
Harga minyak berbalik turun setelah reli empat hari karena pasar butuh kepastian soal pasokan. Investor juga memantau efek dari keputusan Presiden AS Donald Trump mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook, yang memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral dan menekan selera risiko. Secara fundamental, harga minyak masih cenderung bergerak dalam rentang sempit. OPEC+ menambah produksi dalam beberapa bulan terakhir (termasuk sekitar 547 ribu bpd untuk September), sementara IEA memperingatkan risiko surplus menuju 2026 meski ada gangguan pasokan akibat serangan Ukraina ke infrastruktur energi...
Harga perak (XAG/USD) menguat pada perdagangan sesi Eropa (26/8), rebound dari pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian politik di AS, menyusul pencopotan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini memicu kekhawatiran mengenai independensi The Fed dan arah kebijakan moneter, sehingga investor mencari aset safe-haven seperti perak. Selain faktor politik, permintaan industri untuk perak tetap solid, terutama dari sektor energi terbarukan. Data terbaru menunjukkan ekspor sel surya China melonjak lebih dari 70% pada paruh...
Meskipun pasokan jangka pendek ketat, ada kekhawatiran bahwa produksi minyak global akan meningkat, termasuk dari produsen non-OPEC. Ekspektasi ini menggeser sentimen ke arah bearish, khususnya pada kontrak jangka panjang. Brent baru-baru ini diperdagangkan dengan diskon tipis dibandingkan harga Dubai Crude untuk pasar Asia. Ini jarang terjadi dan mencerminkan bahwa pasokan Brent untuk Asia melimpah, sehingga pembeli Asia beralih ke Dubai yang biasanya lebih murah. Sumber : Newsmaker.id