
Harga emas mendapatkan sedikit dorongan dari ekspektasi pemangkaan suku bunga AS pada pebukaan hari Selasa (1/7) ini. Pasar mengharapkan tiga pemangkasan suku bunga di AS selama paruh kedua tahun ini, yang dapat mendukung aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Disisi emas juga masih mendapatkan ketahan berkat kombinasi pelemahan dolar AS dan ketidakpastian global yang sampai saat ini masih berkecamuk khususnya di Timur Tengah antara Israel-Iran.(mrv@Newsmaker)
Logam ini berada di bawah tekanan moderat karena sentimen pasar yang lebih luas mendukung risiko. Ekuitas AS mempertahankan kenaikan baru-baru ini mendekati rekor tertinggi. Meningkatnya selera risiko terus membebani permintaan untuk aset safe haven tradisional, membatasi kenaikan Perak. Sumber: Newsmaker.id
Emas menguat ke $3.340 pada sesi Eropa (01/07) didorong pelemahan Dolar AS karena pasar makin yakin The Fed akan memangkas suku bunga. Kekhawatiran fiskal AS ikut tekan USD ke level terendah sejak 2022, menopang daya tarik emas sebagai aset aman. Ketidakpastian jelang kebijakan tarif Trump 9 Juli juga mendorong permintaan safe haven. Namun, sentimen risk-on dan rilis data NFP AS pekan ini membuat pasar cenderung wait and see. Secara umum, fundamental masih berpihak pada penguatan emas. Sumber: ayu-Newsmaker.id