
Emas Turun setelah mencapai rekor tertingginya $3.500 per ons untuk pertama kalinya karena para pedagang membukukan laba menyusul reli hampir 10% bulan ini. Mengawali sesi perdaganga Asia pada hari Rabu (23/4) Emas turun hingga 1,5% karena risiko membaik dengan ekuitas bangkit kembali, obligasi dan dolar stabil. Saat ini para pelaku pasar berspekulasi untuk menunggu data penting di minggu ini, beberapa juga berpekulasi untuk mengambil keputusan ambil untung. Sumber: Newsmaker.id
Harga perak diperdagangkan sideways, Logam putih telah berbalik sideways selama tiga hari perdagangan terakhir karena investor mencari perkembangan baru dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.Berita sebelumnya dari Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengungkapkan bahwa ia melihat de-eskalasi dengan Tiongkok, yang meningkatkan suasana pasar, yang merupakan hambatan bagi harga Perak.Sampai berita ini di rilis,harga perak berada di level $ 32.630 Sumbe: Newsmaker.id
Emas turun pada hari Rabu (23/4) untuk hari kedua karena Gedung Putih bersikap lebih bijak terhadap independensi Federal Reserve dan investor mempertimbangkan komentar pemerintahan Trump mengenai perdagangan. Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan tarif AS "akan turun secara substansial tetapi tidak akan menjadi nol," dan bahwa ia tidak melihat perlunya "bermain keras" dengan pemimpin China Xi Jinping. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa Trump belum menawarkan untuk menurunkan tarif AS terhadap China secara sepihak. Sumber: Newsmaker.id