
Perak memperpanjang kerugian pada hari Jumat (28/2) tertekan oleh ketidakpastian permintaan, pasokan yang kuat, dan dolar yang kuat. Investor juga menilai laporan PCE terbaru, yang menunjukkan harga PCE AS naik 0,3% bulan ke bulan dan 2,5% tahun ke tahun, sementara belanja konsumen secara tak terduga turun 0,2% dan pendapatan melonjak 0,9%. Menambah kekhawatiran pasar, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif 25% yang diusulkannya untuk barang-barang Meksiko dan Kanada akan berlaku pada 4 Maret, bersama dengan bea tambahan 10% untuk impor Tiongkok. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas sempat menyentuh ke area $2876 mengawali sesi Asia pada hari Senin (3/3) setelah ditutup $2856. Munculnya kembali kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi telah meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve, yang juga menambah daya tarik emas batangan sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Sementara itu investor mempertimbangkan prospek ekonomi saat Presiden AS Donald Trump bersiap menerapkan pungutan impor terhadap mitra dagang utama AS. Sumber: ads@ Newsmaker.id
Harga perak naik pada hari Senin(03/03), dibantu oleh melemahnya dolar, sementara tertundanya upaya mencapai perdamaian di Ukraina dan kekhawatiran atas kebijakan tarif AS memicu permintaan logam mulia sebagai aset safe haven. Sumber: Newsmaker.id