
Harga emas (XAU/USD) memicu beberapa aksi jual lanjutan untuk hari kedua berturut-turut dan turun ke level terendah lebih dari dua minggu seiring Spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan sikap hawkish-nya di balik inflasi yang masih tinggi yang membantu Dolar untuk memperpanjang pemulihan minggu ini dari level terendah sejak 10 Desember. Hal ini ternyata menjadi faktor utama yang mendorong arus menjauh dari logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.Harga emas saat berita ini dirilis berada pada level $2.864 Sumber: Newsmaker.id
Harga emas turun pada hari Jumat (28/2) dan bersiap untuk mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November karena dolar yang lebih kuat, sementara investor menunggu data inflasi utama AS untuk petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sementara indeks dolar bersiap untuk kenaikan mingguan sebesar 0,7%, yang membuat harga emas dalam dolar lebih mahal bagi pembeli asing. Selain itu ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong, mengatakan. "meskipun emas dianggap sebagai aset yang aman, ketidakpastian di bidang perdagangan mungkin masih akan menyebabkan aktivitas ambil untung meluas lebih...
Silver prices held around $31.20 an ounce on Friday and are set to fall nearly 4% for the week, pressured by demand uncertainty, strong supply and some profit-taking. A stronger dollar also weighed on silver prices after U.S. President Donald Trump confirmed Thursday that his proposed 25% tariffs on Mexico and Canada would go into effect on March 4, along with an additional 10% duty on imports from China. Hecla Mining Company, the largest U.S. silver producer, reported a 13% increase in silver production for 2024, mining 16.2 million ounces (moz), marking the second-highest production...