
Harga emas (XAU/USD) kembali turun untuk hari kedua secara beruntun pasca mengalami kenaikan intraday di area $2647-2.648 pada hari Seninnya dan bergerak semakin menjauh dari level tertinggi hampir tiga pekan yang dicapai pada hari Jumat pekan lalu. Sementara sinyal hawkish Federal Reserve (Fed) bahwa mereka akan memperlambat laju penurunan suku bunga pada tahun 2025 tetap mendukung peningkatan imbal hasil obligasi Treasury AS dan ternyata menjadi faktor utama yang mendorong arus keluar dari logam kuning ini. Harga emas ssat berita ini dirilis berada pada $2632/ Toz. Sumber : Newsmaker
Harga perak naik di kisaran $30 per ons pada hari Senin(6/1) karena investor dengan hati-hati menunggu data ekonomi utama AS yang dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Di antara laporan yang akan datang, pasar terutama berfokus pada laporan pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis pada hari Jumat, yang dapat memberikan wawasan tentang apakah perak akan pulih lebih lanjut. Logam putih tersebut juga mendapat dukungan dari prospek ekonomi yang positif di Tiongkok, konsumen perak terbesar di dunia. Sumber : Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) menurun ke sekitar $2610an jelang sesi Amerika pada Senin (6/1). Sejak saat itu, harga emas mulai melemah ditengah imbal hasil AS yang tetap tinggi. Reaksi spontan meningkat setelah muncul berita utama bahwa Presiden terpilih Donald Trump mungkin mempertimbangkan untuk mungkin untuk mengenakan tarif universal pada barang impor penting. Harga emas saat berita ini dirilis -0.8% atau berada pada level $2619/ Toz. Sumber: Newsmaker