
Emas dibuka dengan penguatan setelah semalam ditutup di level tertingginya dalam dua minggu di dorong oleh pembelian safe haven. Dorongan juga datang dari faktor geopolitik, dimana pada hari Rabu kemarin Israel kembali menyerang pinggiran Gaza. Rusia juga kembali melancarkan serangan pesawat nirawak di Kyiv pada Rabu pagi, menyebabkan kerusakan di sedikitnya dua distrik. Para pedagang menunggu data lowongan kerja AS minggu depan, laporan ketenagakerjaan ADP, notulen rapat FOMC bulan Desember dari Fed, dan laporan ketenagakerjaan AS untuk mengukur prospek suku bunga untuk tahun 2025.
Harga dibuka dengan sedikit berubah pada awal sesi Asia. Logam putih ini sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup kuat seiring dengan melemahnya imbal hasi treasury AS sehingga meningkatkan minat terhadap aset haven. Risiko geopolitik di timur tengah maupun di Eropa juga mendorong kenaikan untuk perak. Sementara itu Prospek Dolar AS dan imbal hasil obligasi diperkirakan akan tetap kuat karena Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan memberikan lebih sedikit pemotongan suku bunga tahun ini karena para pejabat optimis tentang jalur ekonomi.
Harga Emas stabil selama di sesi Asia pada hari Jumat (3/1) karena pelemahan dolar AS dan arus masuk aset safe haven, dengan logam mulia tersebut menuju kenaikan mingguan karena perhatian beralih ke perubahan kebijakan yang diusulkan Presiden terpilih AS Donald Trump yang dapat memengaruhi prospek ekonomi dan suku bunga ke depannya. Rusia juga kembali melancarkan serangan pesawat nirawak di Kyiv pada Rabu pagi, menyebabkan kerusakan di sedikitnya dua distrik. Para pedagang menunggu data lowongan kerja AS minggu depan, laporan ketenagakerjaan ADP, notulen rapat FOMC bulan Desember dari Fed,...