
Kenaikan harga emas diperkirakan akan melambat tahun depan setelah reli besar sepanjang 2025 yang disebut analis sebagai kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Analis di State Street Investment Management memperkirakan emas akan cenderung terkonsolidasi di kisaran $4.000-$4.500 per ons pada 2026. Mereka menilai tren besar yang mendorong reli tahun ini belum akan berbalik dan masih memberikan latar belakang yang positif bagi harga emas dalam jangka menengah. State Street menambahkan, emas tetap punya peran penting sebagai alat diversifikasi portofolio jika korelasi antara saham dan obligasi...
Harga perak kembali menguat pada selasa(9/12), dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve bakal segera memotong suku bunga. Penurunan suku bunga membuat perak sebagai aset "tanpa imbal hasil" jadi lebih menarik dibandingkan obligasi atau deposito. Di saat yang sama, pelemahan dolar AS ikut mendongkrak daya tarik perak bagi investor global. Di luar faktor moneter, permintaan industri terhadap perak juga tinggi. Perak dibutuhkan luas di sektor elektronik, panel surya, dan teknologi hijau, sementara pasokan global tetap ketat. Kombinasi antara permintaan industri besar dan minat...
Harga emas kembali menguat pada Selasa(9/12), seiring ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve (The Fed) yang kemungkinan akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Pelemahan dolar AS akibat ekspektasi pelonggaran moneter membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia. Sentimen ini diperkuat oleh data ekonomi AS yang melemah, menambah keyakinan investor bahwa The Fed bakal mengambil sikap dovish. Tak hanya dipicu oleh faktor moneter, permintaan sebagai aset safe-haven juga meningkat di tengah meningkatnya ketidakpastian...