
Harga emas kembali naik pada sesi Asia hari Rabu(3/12) setelah bertahan di area $4.164, mendekati level tertingginya sejak akhir Oktober. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga minggu depan. Spekulasi bahwa pengganti Jerome Powell mungkin lebih dovish juga membuat dolar AS melemah, sehingga memberi ruang bagi emas - yang tidak menawarkan imbal hasil - untuk menguat. Selain faktor suku bunga, ketegangan geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina membuat investor kembali melirik emas sebagai aset aman. Meski sentimen di pasar saham cukup...
Harga emas naik tipis dan bertahan di sekitar $4.210 per troy ons, masih nyaman di atas $4.200. Data tenaga kerja swasta AS (ADP) yang jauh lebih lemah dari perkiraan bikin dolar melemah dan pasar makin yakin The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps minggu depan. Itu yang jadi "bensin utama" buat emas.Ke depan, arah emas sangat bergantung pada data klaim pengangguran dan inflasi PCE AS. Kalau data makin nunjukin ekonomi melambat dan inflasi jinak, spekulasi rate cut menguat dan emas punya peluang lanjut naik. Kalau inflasi masih panas, ruang kenaikan emas bisa ketahan dulu. Intinya: emas...
Pergerakan minyak Brent hari ini masih sangat dipengaruhi dua faktor utama: prospek permintaan global dan isu pasokan dari negara produsen utama. Dari sisi permintaan, pasar masih bergulat dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi global di tengah siklus penurunan suku bunga bank sentral besar seperti The Fed dan Eropa Dari sisi pasokan, harga Brent tertahan antara sentimen risiko geopolitik dan sinyal banjir suplai. Ketegangan di kawasan penghasil minyak (Rusia“Ukraina, Timur Tengah, hingga kebijakan terhadap Venezuela dan Iran) tetap menjadi faktor pendukung harga karena memunculkan...