
Pasar Asia-Pasifik dibuka beragam, karena kerugian Wall Street dan ketidakpastian seputar ekonomi AS terus membebani ekuitas. S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,12% lebih tinggi. Nikkei 225 Jepang naik 0,34% sementara Topix naik 0,27%. Kospi Korea Selatan turun 0,16% sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,86%. Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 24.065 juga lebih lemah dari penutupan terakhir HSI di 24.219,95. Inflasi utama Jepang naik 3,7% tahun ke tahun pada bulan Februari, turun dari level tertinggi dua tahun sebesar 4% yang terlihat pada bulan Januari....
Indeks Nikkei 225 naik 0,5% hingga melampaui 37.900, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,4% menjadi 2.807 dalam perdagangan pasca-liburan pada hari Jumat(21/03). Saham Jepang menguat karena mereka mengejar keuntungan pasar global, menyusul sinyal Federal Reserve AS tentang dua pemotongan suku bunga tahun ini. Ketua Fed Jerome Powell juga meyakinkan pasar bahwa inflasi yang didorong oleh tarif kemungkinan "sementara." Baik Nikkei maupun Topix berada di jalur untuk naik lebih dari 2% dan 3%, masing-masing, untuk minggu ini. Dalam data ekonomi, inflasi inti Jepang melambat menjadi 3%...
Saham Hong Kong merosot 283 poin atau 1,2 poin menjadi 23.929 pada perdagangan Jumat(21/03) pagi, menandai sesi penurunan kedua berturut-turut karena semua sektor melemah. Sentimen tetap lemah menyusul penurunan di Wall Street semalam, karena para pedagang dengan hati-hati mencerna data ekonomi AS terbaru di tengah kekhawatiran atas tarif Presiden Trump. Sementara itu, ketidakpastian atas waktu dan skala rencana terbaru Beijing untuk meningkatkan konsumsi mendorong investor untuk menjauh dari aset berisiko. Di antara yang melambat di awal adalah CK Asset Holdings (-5,7%), KE Holdings...