
Pasar saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada hari Jumat(5/12), mengikuti sentimen lesu dari Wall Street. Di Australia, ASX/S&P 200 turun 0,17%. Di Jepang, tekanan terasa lebih kuat: Nikkei 225 merosot 1,36% dan Topix turun 1,12%, seiring imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke 1,94%, level tertinggi sejak Juli 2007. Kenaikan yield ini menambah kekhawatiran pasar soal potensi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Di Korea Selatan, Kospi bergerak mendekati garis datar, sedangkan Kosdaq melemah 0,25%. Untuk Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng mengisyaratkan pembukaan...
Ekuitas Hong Kong melemah di awal perdagangan, dengan Indeks Hang Seng turun 102 poin, atau 0,39%, ke level 25.833. Indeks Perusahaan Tiongkok turun 29 poin, atau 0,32%, ke level 9.077, sementara Indeks Teknologi turun 23 poin, atau 0,41%, ke level 5.592. Saham-saham teknologi secara umum melemah. Tencent melemah 1,1%, Alibaba melemah 0,7%, Meituan melemah 0,5%, Xiaomi melemah 0,6%, dan JD.com melemah tipis 0,9%, sementara Kuaishou tidak berubah. Saham keuangan bervariasi. HSBC melemah 0,2% dan AIA melemah 0,8%, sementara Ping An menguat 0,9%. Bursa dan Kliring Hong Kong melemah...
Indeks Nikkei 225 turun 1,14% dan ditutup di level 50.446 pada Jumat(5/12), sementara Topix melemah 1,05% ke 3.363. Pelemahan ini menghapus sebagian keuntungan sesi sebelumnya, seiring makin kuatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) bisa menaikkan suku bunga akhir bulan ini. Laporan menyebutkan anggota kunci pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak akan menentang jika BOJ bergerak di Desember, meski beberapa pejabat senior masih hati-hati soal timing. Pasar bahkan sudah menghitung peluang 1-2 kenaikan tambahan tahun depan. Sentimen negatif juga terbawa dari Wall Street yang...