Friday, 10 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS

Home

Nikkei Mengilap, Tutup Naik 1,20%
Thursday, 18 September 2025 14:21 WIB | Nikkei 225

Saham Jepang menguat setelah penutupan perdagangan pada hari Kamis(18/9), didorong oleh penguatan di sektor Real Estat, Perbankan, dan Tekstil. Pada penutupan perdagangan di Tokyo, Nikkei 225 menguat 1,20% dan mencapai rekor tertinggi baru. Perusahaan dengan kinerja terbaik pada sesi perdagangan Nikkei 225 adalah Resonac Holdings Corp (TYO:4004), yang naik 11,65% atau 540,00 poin dan diperdagangkan pada level 5.175,00 pada penutupan perdagangan. Sementara itu, SUMCO Corp. (TYO:3436) naik 7,39% atau 104,50 poin dan ditutup pada level 1.518,00, sementara Mitsui Mining and Smelting Co....

Saham Eropa Menguat
Thursday, 18 September 2025 14:38 WIB | Eropa

STOXX 50 melonjak 0,7% dan STOXX 600 naik 0,5% pada hari Kamis(18/9), seiring para pelaku pasar mencerna keputusan terbaru The Fed. Bank sentral memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps sesuai perkiraan dan mengisyaratkan pemangkasan tambahan sebesar 50bps hingga akhir tahun. Namun, Ketua Powell menekankan bahwa langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai awal dari siklus pelonggaran baru. Sementara itu, Bank of England akan mempertahankan biaya pinjaman ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter nanti. Di sektor korporasi, SAP (2,3%), ASML Holding (2%), Linde (1,8%), Siemens (1,3%)...

Hang Seng Tertekan di Akhir Perdagangan
Thursday, 18 September 2025 15:39 WIB | HONGKONG

Hang Seng anjlok 363 poin atau 1,4% hingga ditutup pada level 26.545 pada hari Kamis, membalikkan penguatan awal karena sentimen memburuk di tengah penurunan tajam di pasar-pasar Tiongkok daratan. Tekanan meningkat setelah PBoC hari ini mengisyaratkan tidak adanya urgensi untuk melonggarkan kebijakan moneter, sehingga suku bunga repo terbalik tujuh hari tetap di 1,4%. Hal ini memicu spekulasi bahwa Beijing mungkin menunda stimulus baru hingga tahun depan. Di AS, The Fed menurunkan suku bunga acuannya sesuai perkiraan, dengan Ketua Powell menyebutnya sebagai "pemotongan manajemen risiko"...