Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Saham Eropa menguat seiring investor mengamati krisis politik di Prancis
Wednesday, 8 October 2025 23:57 WIB | MARKET UPDATE |EUROPE

Bursa saham Eropa menguat pada hari Rabu, dengan ekuitas di Prancis berkinerja kuat meskipun pergolakan politik yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Indeks Stoxx 600 pan-Eropa naik 0,8%, sementara DAX di Jerman naik 1%, dan FTSE 100 di Inggris naik 0,7%. Sektor-sektor seperti industri, sumber daya dasar, perbankan, dan asuransi berkinerja lebih baik.

Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis naik 1,1%. Indeks ini bergejolak sepanjang minggu, didorong oleh pengunduran diri Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang mengejutkan pada hari Senin. Lecornu yang akan segera lengser, yang sedang mengadakan pembicaraan menit-menit terakhir mengenai pembentukan pemerintahan baru, akan melaporkan kembali kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron hari ini tentang kemungkinan terobosan apa pun.

Namun, gejolak di negara dengan ekonomi terbesar kedua di Eropa ini tidak luput dari perhatian para investor, yang khususnya berupaya memperkirakan arah defisit anggaran Prancis yang besar.

Edouard Philippe, perdana menteri pertama Macron pada tahun 2017, mendesak presiden untuk meninggalkan jabatannya secara "tertib" guna membantu menyelesaikan krisis. Namun, Lecornu mengatakan kesepakatan mengenai anggaran Prancis mungkin tercapai pada akhir tahun, yang pada gilirannya dapat memperkecil kemungkinan pemilihan umum dadakan.

Di luar Prancis, sektor otomotif Eropa merosot setelah produsen mobil mewah Jerman BMW memangkas proyeksi pendapatannya untuk tahun 2025, dengan alasan perubahan kebijakan tarif AS dan pertumbuhan yang lesu di pasar kendaraan Tiongkok yang sangat penting. Indeks otomotif yang lebih luas turun sebesar 1,6%.

Raksasa semikonduktor regional seperti ASML dan ASMI juga melemah, tertekan oleh seruan dari beberapa anggota parlemen AS untuk larangan yang lebih luas oleh Washington dan sekutunya atas peralatan pembuat cip ke Tiongkok. Investigasi bipartisan menemukan bahwa ketidakkonsistenan dalam peraturan di AS, Jepang, dan Belanda memungkinkan produsen peralatan chip non-Amerika untuk menjual ke beberapa bisnis China yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan AS.(CP)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS