Thursday, 05 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 ditutup hampir mencapai rekor baru
Friday, 27 June 2025 04:09 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES

S&P 500 naik hingga hampir mencapai rekor baru pada hari Kamis, puncak dari pemulihan yang menakjubkan dari posisi terendah yang ditetapkan pada bulan April saat patokan tersebut mengatasi kekhawatiran yang mencakup perang tarif, perang, dan inflasi yang ketat.

Indeks pasar yang luas naik 0,8% hingga ditutup pada 6.141,02, sehingga kenaikannya dalam seminggu menjadi 2,9% dan hanya beberapa poin dari rekor tertinggi intraday yang dicapai pada akhir Februari di 6.147,43. Nasdaq Composite naik 0,97% menjadi 20.167,91, hanya beberapa inci dari rekor baru.

Dow Jones Industrial Average naik 404,41 poin, atau 0,94%, menjadi 43.386,84.

Saham naik ke level tertingginya pada sesi tersebut setelah juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengecilkan tenggat waktu kesepakatan tarif bulan Juli yang telah membayangi pasar.

"Tenggat waktu itu tidak kritis," kata Leavitt. "Mungkin bisa diperpanjang, tetapi itu keputusan presiden."

Tanggal 8 Juli adalah saat tarif hari pembebasan mulai berlaku setelah jeda 90 hari, dan tanggal 9 Juli adalah tenggat waktu kesepakatan UE untuk menghindari tarif 50%.

Komentar Leavitt selanjutnya memvalidasi alasan utama di balik pemulihan yang mengejutkan dari posisi terendah pasar pada bulan April: Bahwa Presiden Donald Trump tidak akan pernah benar-benar menerapkan tarif "hari pembebasan" yang sangat besar itu, yang akhirnya ia tunda setelah membuat pasar terguncang.

Pendapatan perusahaan yang masih kuat, pasar tenaga kerja yang stabil, dan kebangkitan kembali perdagangan kecerdasan buatan juga berkontribusi pada perubahan haluan ekuitas AS.

S&P 500 naik lebih dari 27% dari level terendah intraday tahun ini setelah hampir ditutup dalam kondisi pasar yang lesu selama puncak kekhawatiran tarif pada bulan April. Setelah melakukan perjalanan pulang pergi, indeks acuan naik lebih dari 4% untuk tahun 2025 sejauh ini, memulihkan sebagian optimisme tentang ekonomi dan kebijakan Trump yang membawanya ke level tertinggi baru pada tanggal 19 Februari.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS