
Indeks Hang Seng yang sempat menguat di awal sesi akhirnya berbalik turun dan ditutup di sekitar 25.530 pada hari Kamis (11/12). Tekanan terutama datang dari saham teknologi dan konsumsi. Sentimen jadi lebih lemah karena bursa China turun tiga hari berturut-turut, setelah Meksiko menyetujui paket tarif baru (banyak yang dikenakan ke produk dari China) dengan bea masuk hingga 50% mulai 1 Januari 2026. Tarif ini menyasar ratusan produk, seperti logam, mobil, pakaian, dan peralatan rumah tangga.
Di saat yang sama, pasar khawatir Beijing akan menunda stimulus besar di sektor properti. Dalam pertemuan Politbiro Desember, tidak ada penekanan soal urbanisasi, dan analis memperkirakan langkah kuat baru akan muncul pada paruh kedua 2026. Investor juga menunggu data kredit China untuk November, setelah pinjaman baru dalam yuan anjlok di Oktober, yang menunjukkan permintaan konsumen masih lemah.
Di Hong Kong, pelaku pasar juga berhati-hati menunggu rilis data output industri kuartal III dan data pengangguran November. Beberapa saham yang jadi penekan utama indeks antara lain SMIC (-2,7%), Tencent Music (-2,6%), Sands China (-2,3%), China Hongqiao (-2,0%), dan China Unicom (-1,2%).
Sumber: Tradingeconomics
Saham Hong Kong melemah tipis pada perdagangan awal Kamis. Indeks Hang Seng turun 74 poin (-0,3%) ke 26.514, membalikkan kenaikan sesi sebelumnya saat pelemahan menyebar ke banyak sektor. Sentimen in...
Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun. Kenaikan kecil ini ...
Saham Hong Kong turun 172 poin, atau 0,7%, menjadi 26.392 pada perdagangan awal Selasa, memperpanjang kerugian untuk sesi keempat berturut-turut di tengah penurunan tajam pada futures AS setelah Presi...
Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saha...
Saham Hong Kong kembali melemah pada hari Kamis(8/1) karena Hang Seng tetap berada di bawah tekanan jual yang luas, dengan sebagian besar sektor ditutup lebih rendah. Sentimen tertekan oleh penurunan ...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...