Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Penjualan Aset BOJ Menggema, Nikkei Berbalik Lesu
Friday, 19 September 2025 13:52 WIB | NIKKEI |Nikkei 225

Saham Jepang turun pada hari Jumat(19/9) setelah Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,5% namun mengungkapkan adanya dua suara berbeda yang mendukung kenaikan suku bunga, serta mengumumkan rencana menjual kepemilikan ETF dan REIT.

Indeks Nikkei 225 turun 0,58%, atau 264,26 poin, berakhir di 45.039,17.

BOJ akan menjual sekitar 330 miliar yen ETF dan 5 miliar yen J-REIT setiap tahun, sekitar 0,05% dari total nilai transaksi pasar, sekaligus menghentikan fasilitas peminjaman ETF.

Bank sentral mengatakan ekonomi Jepang sedang pulih secara moderat, meskipun ekspor dan produksi tetap stagnan, investasi perumahan lemah, dan tarif AS menekan para produsen. Inflasi inti (CPI) berada di kisaran 2,5“3,0% karena kenaikan harga pangan, dengan ekspektasi inflasi yang semakin menguat.

Pertumbuhan diperkirakan akan melambat akibat ketegangan perdagangan sebelum pulih kembali, sementara inflasi bergerak mendekati target 2%. Anggota dewan yang berbeda pendapat, Hajime Takata dan Naoki Tamura, mendorong kenaikan suku bunga menjadi 0,75% dengan alasan risiko kenaikan harga.

Dalam berita ekonomi lainnya, investor Jepang meningkatkan kepemilikan obligasi luar negeri sebesar 1,48 triliun yen dalam sepekan hingga 13 September, menurut data Kementerian Keuangan pada hari Jumat, dengan pembelian sebesar 10,78 triliun yen melampaui penjualan sebesar 9,3 triliun yen.

Di sektor korporasi, Japan Real Estate Investment (TYO:8952) tengah mempertimbangkan penjualan saham senilai miliaran yen untuk mendanai akuisisi perkantoran, menurut laporan Bloomberg, seiring reli REIT Tokyo yang didorong kenaikan sewa.

GNI Group (TYO:2160) mengatakan unitnya, Cullgen, telah menyelesaikan perekrutan untuk uji klinis Fase 1 di Australia bagi CG001419, obat pereda nyeri oral generasi baru yang ditujukan sebagai alternatif non-opioid yang lebih aman.

Sumitomo Mitsui Banking Corp., bagian dari SMFG (TYO:8316), telah menyelesaikan pembelian 20% saham di YES BANK India (BOM:532648) dan berencana meningkatkan kepemilikannya menjadi 24,2% dengan tambahan pembelian senilai 51 miliar yen. Bank tersebut juga keluar dari kepemilikan 1,65% saham di Kotak Mahindra Bank. (azf)

Sumber: MT Newswires

RELATED NEWS
Yen Menguat, Bursa Jepang Tahan Napas...
Thursday, 12 February 2026 19:13 WIB

Saham Jepang ditutup melemah tipis pada Kamis, saat perdagangan kembali berjalan usai libur. Sikap investor cenderung hati-hati setelah pejabat tinggi urusan mata uang Jepang menegaskan pemerintah tet...

Nikkei Cetak Rekor, Rali Jepang Dinilai Rentan...
Wednesday, 11 February 2026 20:13 WIB

Saham - saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yan...

Nikkei Pecah Rekor Lagi, "Sanaenomics" Mulai Dipercaya...
Tuesday, 10 February 2026 21:02 WIB

Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jep...

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut...
Monday, 9 February 2026 14:35 WIB

Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangk...

Saham Jepang Hijau, Harapan Ekonomi Balik Tumbuh...
Friday, 6 February 2026 22:28 WIB

Saham Jepang menutup pekan di zona hijau setelah survei Reuters memberi sinyal ekonomi Jepang kemungkinan kembali tumbuh pada kuartal IV 2025. Optimisme ini ditopang investasi korporasi yang solid dan...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS