Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Nikkei 225 Menguat Tipis Seiring Meningkatnya Peluang Pemangkasan Suku Bunga; Yen Tertekan
Monday, 25 August 2025 14:10 WIB | NIKKEI |Nikkei 225

Saham-saham Jepang ditutup menguat pada hari Senin(25/8), karena komentar dovish Jerome Powell membangkitkan selera risiko. Namun, kekhawatiran bahwa yen akan menguat jika Federal Reserve memangkas suku bunga membatasi kenaikan.

Indeks Topix yang lebih luas naik 0,1% pada penutupan pasar di Tokyo, dengan Nikkei 225 naik 0,4% setelah naik sebanyak 1,3% pada perdagangan pagi. Saham perusahaan dagang dan mesin paling banyak mengangkat Topix, sementara saham ritel dan TI melemah.

"Pidato Powell bersifat dovish, menghilangkan hambatan untuk penurunan suku bunga September dan meningkatkan sentimen risiko," kata Anna Wu, ahli strategi investasi lintas aset di VanEck di Sydney.

Dow Jones Industrial Average mencapai rekor pada hari Jumat setelah pidato Powell mendorong para pedagang untuk meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga The Fed paling cepat bulan depan. S&P 500 mengalami kenaikan terbesar sejak Mei karena investor membeli saham-saham yang cenderung berkinerja baik pada suku bunga yang lebih rendah. Antusiasme di Tokyo lebih rendah, karena lonjakan yen sebesar 1% terhadap dolar pada hari Jumat membatasi aksi beli.

"Akibat kejadian di Jackson Hole, tampaknya nilai tukar akan mengarah pada apresiasi yen, sehingga menyulitkan investor untuk membeli saham Jepang," kata Yutaka Miura, analis teknikal senior di Mizuho Securities Co.

Reli saham Jepang baru-baru ini ke rekor tertinggi juga memicu kehati-hatian, membatasi kenaikan indeks acuan, kata Miura. "Setelah Nikkei melewati angka 43.000, indeks tersebut mulai terlihat terlalu tinggi, dan investor akan ingin mengunci keuntungan," katanya.

Nikkei ditutup pada level 42.807,82 pada hari Senin. Indeks ini sempat naik melampaui level 43.000 di awal bulan ini.

Nama-nama perusahaan teknologi seperti Taiyo Yuden Co. dan Disco Corp memberikan sedikit dukungan kepada Nikkei blue-chip. Sektor teknologi bisa menjadi pemenang utama di Jepang jika The Fed menurunkan suku bunga, kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

"Suku bunga AS yang lebih rendah dapat membuat investor mencari imbal hasil yang lebih jauh, dan sektor teknologi Jepang dapat menerima arus masuk modal yang lebih besar sebagai hasilnya," kata Waterer. (azf)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Yen Menguat, Bursa Jepang Tahan Napas...
Thursday, 12 February 2026 19:13 WIB

Saham Jepang ditutup melemah tipis pada Kamis, saat perdagangan kembali berjalan usai libur. Sikap investor cenderung hati-hati setelah pejabat tinggi urusan mata uang Jepang menegaskan pemerintah tet...

Nikkei Cetak Rekor, Rali Jepang Dinilai Rentan...
Wednesday, 11 February 2026 20:13 WIB

Saham - saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yan...

Nikkei Pecah Rekor Lagi, "Sanaenomics" Mulai Dipercaya...
Tuesday, 10 February 2026 21:02 WIB

Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jep...

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut...
Monday, 9 February 2026 14:35 WIB

Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangk...

Saham Jepang Hijau, Harapan Ekonomi Balik Tumbuh...
Friday, 6 February 2026 22:28 WIB

Saham Jepang menutup pekan di zona hijau setelah survei Reuters memberi sinyal ekonomi Jepang kemungkinan kembali tumbuh pada kuartal IV 2025. Optimisme ini ditopang investasi korporasi yang solid dan...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS