Thursday, 19 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga, Apa Dampaknya?
Friday, 19 December 2025 08:03 WIB | FISCAL & MONETARY |Fiskal

Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat ke level tertinggi dalam tiga dekade, dari 0,5% menjadi 0,75%, sekaligus memberi sinyal kesiapan untuk kenaikan lebih lanjut setelah tahun depan. Langkah ini menunjukkan keyakinan BOJ bahwa kenaikan upah yang berkelanjutan akan menjaga inflasi di sekitar target 2%, meski suku bunga tetap rendah dibanding standar global.

Kenaikan ini menjadi langkah penting dalam upaya Gubernur Kazuo Ueda menormalkan kebijakan moneter di Jepang, yang telah lama terbiasa dengan pelonggaran ekstrem dan suku bunga mendekati nol. Pasar kini fokus pada konferensi pers Ueda pasca-pertemuan untuk mencari petunjuk tentang laju dan besarnya kenaikan di masa mendatang, yang berpotensi memengaruhi status yen sebagai sumber pendanaan murah bagi investor global.

Analis dari Evercore ISI menilai Ueda kemungkinan akan menekankan bahwa inflasi berada di jalur yang tepat, suku bunga riil tetap rendah, dan kondisi keuangan masih akomodatif. Hal ini menyiratkan kemungkinan normalisasi lebih lanjut dari waktu ke waktu. Survei Reuters menunjukkan sekitar 90% ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 0,75%, dan lebih dari dua pertiga memperkirakan suku bunga bisa mencapai 1% pada September tahun depan.

Keputusan BOJ ini muncul sehari setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan suku bunga dan memberi sinyal akhir dari siklus penurunan suku bunga mereka. Dengan inflasi konsumen inti Jepang mencapai 3% pada November, stabil dari bulan sebelumnya dan jauh di atas target, anggota dewan BOJ semakin siap mendukung kenaikan suku bunga untuk mencegah risiko inflasi terlalu tinggi.

Faktor lain yang memengaruhi keputusan BOJ adalah pelemahan yen, yang meningkatkan biaya impor dan mendorong inflasi. Pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang pro-pelonggaran kebijakan moneter, diyakini setuju dengan kenaikan suku bunga untuk mengimbangi efek pelemahan yen terhadap paket stimulus. Toshihiro Nagahama, salah satu ajudan pemerintah, menegaskan bahwa nilai tukar memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan BOJ. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS