
Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ), Kazuo Ueda, menyatakan bahwa pencapaian inflasi 2% semakin mendekat, meskipun inflasi riil masih rendah. Ueda menegaskan bahwa BOJ akan terus menaikkan suku bunga jika prospek ekonomi dan inflasi mendukung langkah tersebut, membuka kemungkinan adanya perubahan kebijakan lebih lanjut.
Dengan inflasi CPI yang terus meningkat secara moderat, Jepang berpotensi mengalami kenaikan upah dan harga yang berkelanjutan. Ueda juga menyinggung menurunnya kemungkinan ekonomi Jepang kembali ke kondisi "norma nol", di mana upah dan harga stagnan. Hal ini dapat menandakan kondisi ekonomi yang lebih baik ke depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mewawancarai Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada Rabu. Wawancara ini disebut sebagai bagian dari proses seleksi untuk posisi puncak di ba...
Presiden Donald Trump mengatakan dia akan memecat Lisa Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve jika dia tidak mengundurkan diri dari jabatannya atas tuduhan penipuan hipotek dari sekutu utama Gedung ...
Menurut pernyataan Federal Reserve (Fed), Ketua Fed Jerome Powell bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis (29/5), di mana kepala Fed menegaskan kembali bahwa keputusa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...