Thursday, 19 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Menurut Bessent inflasi AS akan turun di tahun 2026
Wednesday, 3 December 2025 16:16 WIB | ECONOMY |Amerika

Ekonom terkenal Scott Bessent memperkirakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat namun inflasi tetap rendah pada tahun 2026. Menurut Bessent, faktor-faktor seperti harga energi yang diperkirakan turun, kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana, serta pengaturan pasar yang stabil, dapat membantu menjaga inflasi tetap terkendali sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.

Prediksi ini tentu menjadi perhatian investor, karena inflasi adalah salah satu indikator utama bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga. Inflasi yang rendah biasanya membuat The Fed tidak menaikkan suku bunga secara agresif, sehingga biaya pinjaman tetap rendah dan mendorong konsumsi serta investasi. Namun, Bessent juga menekankan bahwa faktor eksternal seperti konflik geopolitik atau kenaikan harga energi dapat mengubah perkiraan ini.

Dampak inflasi rendah terhadap emas (XAU/USD) cenderung positif. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, suku bunga rendah membuat memegang emas lebih menarik dibandingkan menyimpan uang di bank atau obligasi. Selain itu, inflasi yang rendah biasanya menekan Dolar AS, dan harga emas dalam USD pun cenderung naik. Dengan kata lain, investor yang mencari safe haven kemungkinan akan kembali melirik emas sebagai aset pelindung kekayaan.

Secara ringkas, prediksi Bessent menunjukkan skenario di mana ekonomi AS tetap sehat, inflasi terkendali, dan emas bisa menguat karena daya tariknya sebagai melindungi nilai tetap tinggi. Investor disarankan untuk tetap memantau rilis data inflasi dan kebijakan The Fed, karena perubahan kecil di bidang ekonomi bisa berdampak signifikan pada harga logam mulia ini.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS