
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. Langkah Washington yang dikaitkan dengan pengetatan pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia dipandang Moskow sebagai tindakan provokatif yang dapat memperburuk hubungan kedua negara. Pihak Rusia menilai aksi tersebut sebagai upaya Amerika Serikat untuk menekan ekspor energi Rusia sekaligus memperkuat dominasinya di pasar minyak global. Sementara itu, Washington berdalih...
Perak bergerak naik ke atas angka $29,5 per ons, bangkit dari level terendah tiga bulan di $29 yang dicapai pada 19 Desember karena pasar mempertimbangkan kembali tingkat sikap agresif yang diharapkan dari Fed tahun depan.Harga inti PCE yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan November meredakan kekhawatiran tentang suku bunga yang terlalu ketat yang dipicu oleh proyeksi agresif dari anggota FOMC, menurunkan imbal hasil obligasi dan mendukung logam mulia. Sampai Berita ini di Rilis Harga Perak berada di level $ 29,647 Sumber: Newsmaker.id
Emas telah stabil dalam perdagangan liburan yang sepi tetapi dolar yang lebih kuat masih membebani pasar, Pranav Mer, seorang analis di JM Financial Services Ltd. di Mumbai, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Selasa (24/12). Awal bulan ini, Fed mengendalikan jumlah penurunan suku bunga yang diharapkan pada tahun 2025 karena Ketua Jerome Powell menjelaskan bahwa bank sentral perlu melihat tekanan harga semakin mereda. Biaya pinjaman yang lebih rendah biasanya merupakan hal yang positif bagi logam mulia, yang tidak membayar bunga. Sumber: Newsmaker.id
Perak bergerak cukup stabil di area $29.653 saat diperdagangkan di sesi Asia pada hari Selasa. Harga Perak dalam perdagangan liburan yang sepi tetapi dolar yang lebih kuat masih membebani pasar, Pranav Mer, seorang analis di JM Financial Services Ltd. di Mumbai, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Selasa. Sementara itu, Para investor mencerna data terbaru tentang kepercayaan konsumen AS, yang secara tak terduga merosot pada bulan Desember karena kekhawatiran tentang ekonomi karena ketidakpastian yang terkait dengan kebijakan pemerintahan Trump yang akan datang. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan di atas $2610an per troy ons pada hari Selasa (24/12) di tengah perdagangan jelang musim liburan. Sementara para pelaku pasar terus mengkaji prospek Federal Reserve untuk tahun 2025, dengan memperhitungkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025 pasca The Fed mengisyaratkan lebih sedikit pengurangan. Harga emas saat berita ini dirilis berada pada level $2617/ Toz.
Perak bergerak positif ke harga $29,6 per ons, bangkit dari level terendah tiga bulan yang dicapai pada 19 Desember karena pasar mempertimbangkan kembali tingkat sikap agresif yang diharapkan dari Fed tahun depan. Logam putih bangkit kuat pada hari Jumat dari level terendah lebih dari tiga bulan di $28,75 setelah rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) untuk bulan November, yang menunjukkan bahwa tekanan harga tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat dari ekspektasi. Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Asia kompak melemah pada Jumat, mengikuti kejatuhan Wall Street. Reli singkat saham teknologi yang sempat dipimpin Nvidia cepat memudar, sehingga investor kembali menghindari aset...
Indeks saham Eropa ditutup sedikit lebih rendah pada hari Rabu karena ekuitas beristirahat sejenak dari momentum kuat baru-baru ini, sementara investor terus menilai prospek kebijakan ECB tahun ini....
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar...