Tuesday, 26 May 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah.

Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari.

Dia memulai karier militernya di angkatan udara Mesir, sampai akhirnya menjadi panglima dan deputi menteri pertahanan.

Mubarak diangkat sebagai wakil Presiden Anwar Sadat pada tahun 1975 dan berada di sisinya sewaktu Sadat dibunuh pada Oktober 1981 oleh militan Islamis.

Pemimpin autokrat itu kemudian menjadi presiden dan mempertahankan kekuasaan dengan memposisikan dirinya sebagai sekutu kepercayaan Barat yang menghormati perjanjian perdamaian 1979 dengan Israel, meskipun mendapat tentangan keras di hampir seluruh kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri, Mubarak memerintah dengan tangan besi, memberlakukan undang-undang darurat, yang memberi pasukan keamanan kekuasaan besar untuk menindak keras pembangkang dan membatasi hak-hak dasar.

Mubarak melakukan penindakan keras sewaktu ekstremis Islamis melancarkan kampanye kekerasan pada tahun 1990-an yang menewaskan ratusan polisi Mesir, tentara dan warga sipil, serta puluhan turis asing.

Presiden otoriter itu berjuang lama untuk menekan Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis transnasional terbesar di dunia Arab yang bermula di Mesir. Dalam melakukan itu, ia juga meminggirkan kelompok Islamis moderat, mengasingkan para pendukung mereka. Banyak kalangan menuduh Mubarak korupsi.

Selama tiga dekade, Mubarak memimpin pada masa-masa tidak mudah untuk mencapai stabilitas dan pembangunan ekonomi.

Pada Januari 2011, protes besar-besaran terhadap pemerintahnya merebak di Kairo dan kota-kota Mesir lainnya. Pada 1 Februari, pemimpin lanjut usia itu mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu yang dijadwalkan untuk bulan September tahun itu. Ia juga menjanjikan reformasi konstitusi, tetapi rakyat Mesir menuntut perubahan yang lebih radikal tidak lama setelah gerakan Musim Semi Arab mulai melanda kawasan.

Pada 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan Mubarak meletakkan jabatan dan dewan tertinggi militer akan memimpin negara itu. Mubarak dan keluarganya melarikan diri ke rumah peristirahatan mereka di kawasan Laut Merah.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan...
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu...
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru ...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong...
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'...
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan...

Jepang Cabut Situasi Darurat di 3 Prefektur...
Friday, 22 May 2020 23:54 WIB

Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sek...

LATEST NEWS
Pasar Eropa Memantul Terkait Harapan Vaksin Global

Saham Eropa dibuka lebih tinggi pada hari Selasa, mengikuti sentimen positif pasar global seiring meningkatnya optimisme bahwa vaksin coronavirus dapat ditemukan. Indeks Pan-European Stoxx 600 melonjak 1,1% pada awal perdagangan, sektor perjalanan...

Emas Naik Ditengah Meningkatnya Ketegangan Antara China-AS di Hong Kong

Emas bergerak lebih tinggi pada hari Selasa ditengah meningkatnya ketegangan antara Sino-AS di Hong Kong mengangkat permintaan untuk logam safe-haven, meskipun pelonggaran pembatasan lockdown yang diinduksi coronavirus mendukung ekuitas dan...

Saham Tokyo Ditutup Dengan Kenaikan Tajam

Saham Tokyo ditutup dengan kenaikan tajam pada hari Selasa karena para investor mengambil hati dari pencabutan keadaan darurat coronavirus Jepang dan harapan untuk pembukaan kembali secara bertahap ekonomi terbesar ketiga di dunia itu. Indeks...

POPULAR NEWS
Emas Jatuh Saat Potensi Stimulus Jepang Tingkatkan Minat Terhadap Aset Berisiko
Monday, 25 May 2020 15:13 WIB

Emas turun pada hari Senin karena ekuitas Jepang naik di tengah berita tentang program stimulus potensial yang mendorong minat risiko investor,...

Emas Turun Seiring Meningkatnya Ketegangan AS-Tiongkok
Monday, 25 May 2020 13:36 WIB

Emas turun di Asia pada Senin pagi, dengan meningkatnya ketegangan AS-Cina yang terus memengaruhi permintaan bahkan untuk aset safe-haven. Emas...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi...

Minyak Turun Seiring Ketegangan AS-China Menambah Ketegangan Ekonomi Global
Monday, 25 May 2020 08:31 WIB

Minyak sedikit lebih rendah karena perang kata-kata yang meningkat antara AS dan China menambah kehati-hatian terhadap prospek pemulihan global...