Friday, 17 July 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB | GLOBAL |Global

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerintah China menghormati janji-janjinya berdasarkan Deklarasi Gabungan China-Inggris pada tahun 1984, dan juga pada konsep yang disebut œSatu Negara, Dua Sistem, setelah China mengambil alih kendali atas Hong Kong dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1 Juli 1997.

"Mereka minta para pemimpin China untuk menghormati komitmen yang mereka buat. Mereka berjanji kepada Inggris di dalam persetujuan itu dan yang kemudian diserahkan kepada PBB. Itu merupakan kebijakan Amerika, kata Pompeo.

œPresiden Trump juga mengatakan dia hendak memastikan China memperlakukan mereka secara manusiawi, demikian ditambahkan Pompeo. œItu adalah hal-hal yang menjadi fokus kebijakan Amerika seputar Hong Kong.

Komentar diplomat tertinggi Amerika itu datang sehari setelah DPR Amerika secara bulat meloloskan œUU HAM dan Demokrasi Hong Kong, di mana Menlu diwajibkan men-sertifikasi setiap tahun bahwa Hong Kong tetap punya otonomi supaya bisa mendapat perlakuan khusus sebagai pusat finansial yang utama.

Walaupun RUU ini juga harus diloloskan Senat Amerika, dan ditanda-tangani oleh Presiden Trump agar menjadi UU, produk legislatif ini sudah memiliki dukungan bipartisan kuat di kalangan para senator.

Rabu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Beijing menentang RUU itu,, dan pejabat mengancam akan mengambil langkah-langkah untuk melawannya. "Kami akan mengambil langkah-langkah balasan atas keputusan yang salah oleh Amerika, dan perilaku salah dari Amerika yang merugikan kepentingan China, kata jurubicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang. œKami benar-benar akan mengamankan kedaulatan dan kepentingan pembangunan kami.

Juru bicara itu tidak menguraikan lebih lanjut langkah-langkah apa yang dimaksudnya.

Apa yang dimulai sebagai protes bulan Juni terhadap sebuah RUU yang memungkinkan tersangka penjahat di ekstradisi ke China daratan, kini telah berkembang menjadi tuntutan bagi demokrasi sepenuhnya di Hong Kong.

Sejak Juni, lebih dari 2000 pemrotes telah ditangkap di Hong Kong. Sepertiga dari mereka yang dihadapkan pada ancaman penjara berusia 18 tahun atau kurang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Karyawan Perusahaan Teknologi China...
Thursday, 16 July 2020 23:31 WIB

Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada karyawan tertentu dari perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, karena memberikan "dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran...

AS Pecahkan Lagi Rekor Dunia Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari...
Thursday, 16 July 2020 17:34 WIB

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat menumbangkan rekornya sendiri dalam hal lonjakan kasus Covid-19 terbanyak dalam 24 jam, yaitu 67.600 kasus pada Rabu (15/7). Dengan hampir...

Pemerintahan Trump Umumkan Penggerebekan Gang MS-13...
Thursday, 16 July 2020 11:36 WIB

Hampir dua lusin pemimpin dan anggota geng kekerasan MS-13 telah ditangkap dan didakwa sebagai bagian dari operasi penegakan hukum federal. Operasi tersebut sekaligus bertujuan untuk mengganggu kepemi...

Tokyo Keluarkan Peringatan Tertinggi Eskalasi Covid-19...
Wednesday, 15 July 2020 23:23 WIB

Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Rabu (15/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mengenai eskalasi penyebaran infeksi Covid-19 di ibu kota Jepang itu, dengan meminta warga dan pemilik usaha untuk meningkatk...

Saham Moderna Melonjak 17% Terkait Berita Uji Coba Vaksin Virus Corona...
Wednesday, 15 July 2020 16:05 WIB

Saham Moderna Inc. melejit dalam sesi lanjutan Selasa kemarin setelah perusahaan bioteknologi tersebut mengatakan bahwa bakal vaksin virus corona-nya menghasilkan respons sistem kekebalan yang "kuat" ...

LATEST NEWS
AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Karyawan Perusahaan Teknologi China

Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada karyawan tertentu dari perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, karena memberikan "dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran di seluruh...

Saham AS Melemah Setelah Laba Perusahaan dan Data Ekonomi AS Bervariasi

Saham AS diperdagangkan lebih rendah pada perdagangan tengah hari Kamis ini, dengan dipimpin oleh saham teknologi, karena investor menguraikan laporan pendapatan perusahaan yang beragam dan data ekonomi di tengah penurunan pasar Asia dengan AS -...

Saham Eropa Ditutup Melemah pasca ECB Pertahankan Kebijakan

Saham Eropa berakhir di wilayah negatif pada hari Kamis, gagal mendapatkan dorongan dari data pertumbuhan ekonomi China yang menunjukkan rebound. Pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,46% ke level 372.16, dengan sektor perjalanan dan liburan turun 1,9%...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Membukukan Kenaikan Pertama dalam 3-Sesi
Tuesday, 14 July 2020 00:51 WIB

Emas berjangka naik pada hari Senin untuk membukukan kenaikan pertama mereka dalam tiga sesi, bergerak kembali ke level hampir sembilan tahun...

Emas Stabil di Tengah Ketegangan AS-China, Peringatan WHO
Tuesday, 14 July 2020 09:31 WIB

Emas spot stabil terkait ketegangan baru antara AS dan China yang kali ini berselisih atas klaim teritorial, dan gejolak ekonomi yang disebabkan...

Emas Berjangka Berakhir dengan Kerugian
Wednesday, 15 July 2020 01:01 WIB

Emas berjangka membukukan sedikit kerugian pada hari Selasa, bertahan di atas utama $ 1.800 per ons. Emas "jelas terkena imbas aksi ambil untung...

Emas Berjangka Berakhir Naik, Didukung Pelemahan Dolar AS
Thursday, 16 July 2020 00:53 WIB

Emas berjangka membukukan kenaikan moderat pada hari Rabu, dengan didukung oleh pelemahan dalam dolar AS. Penguatan dalam pasar saham global, di...