Monday, 20 August 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia atas Peracunan Warga Inggris
Friday, 10 August 2018 04:08 WIB | GLOBAL |

Amerika hari Rabu (8/8) mengumumkan sanksi-sanksi baru atas Rusia setelah mengukuhkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas usaha pembunuhan seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris bulan Maret lalu.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Rusia telah melanggar peraturan internasional karena menggunakan racun saraf atas warganya sendiri.

Seorang polisi Inggris menemukan Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadar di bangku taman di kota Salisbury. Mereka terkena racun novichok, bahan beracun yang berasal dari era Uni Soviet. Keduanya selamat dari keracunan gawat itu setelah dirawat berbulan-bulan di rumah sakit.

Sanksi-sanksi Amerika itu akan mulai berlaku tanggal 22 Agustus, dan pada umumnya menyangkut larangan export barang-barang atau bahan-bahan yang bisa menjadi masalah keamanan nasional, seperti barang-barang elektronik.

Pejabat senior departemen LN Amerika mengatakan, Rusia akan dikenai sanksi-sanksi yang lebih berat lagi dalam waktu 90 hari kalau tidak menunjukkan pernyataan yang bisa dipercaya bahwa negara itu tidak lagi menggunakan senjata kimia atau senjata biologi.

Sanksi-sanksi yang diumumkan hari Rabu itu adalah sanksi standar karena Rusia melanggar UU tahun 1991 yang dikeluarkan Kongres Amerika.

"Pemerintah Federasi Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Inggris menyambut baik keputusan Amerika itu. œRangkaian reaksi internasional atas penggunaan senjata kimia di jalan-jalan di kota Salisbury mengirim pesan yang kuat kepada Rusia, bahwa tindakan provokatif dan sembrono itu tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja, kata pernyataan Kementerian LN Inggris.

Rusia belum memberikan reaksi atas sanksi Amerika itu, tapi sebelum ini telah membantah keterlibatan dalam peracunan Skripal dan putrinya. Rusia juga mengatakan tidak terlibat atas peracunan pasangan Inggris dekat kota Salisbury bulan Juni lalu, setelah mereka menemukan botol yang berisi racun novichok. Dawn Sturgess yang berumur 44 tahun meninggal karena racun keras itu, tapi kawannya Charlie Rowley selamat.

Pejabat Inggris mengatakan telah mengidentifikasi sedikitnya dua tersangka dalam serangan atas Skripal. Laporan suratkabar mengatakan, kedua orang itu kini berada di Rusia dan Inggris sedang bersiap untuk minta supaya mereka diekstradisi.

Sumber: marketwatch

RELATED NEWS
Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London...
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi men...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki...
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu...
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh C...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'...
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi pane...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS...
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat...

LATEST NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan

Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur melawan serangkaian saingan utamanya tetapi rally terhadap beberapa pasar yang muncul di tengah kekhawatiran atas sanksi lebih lanjut terhadap Turki. Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap...

Sentimen Konsumen di AS Turun ke Terendahnya Dalam Hampir Setahun Terakhir

Sentimen konsumen AS secara tidak terduga turun ke level terendahnya dalam hampir setahun terakhir di tengah pandangan yang kurang menguntungkan pada pembelian barang-barang tiket besar dan kekhawatiran terus-menerus tentang ketegangan perdagangan,...

Saham AS Datar Cenderung Sedikit Lebih Rendah Setelah Laporan Laba yang Mengecewakan

Saham AS dibuka bergerak mendatar cenderung sedikit lebih rendah pada hari Jumat, beringsut setelah laporan pendapatan perusahaan yang mengecewakan dan tekanan baru pada mata uang lira Turki. Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,837.54,...

POPULAR NEWS
Emas Memangkas Penurunan Mingguan Karena Pasar Stabil Pasca badai
Friday, 17 August 2018 16:51 WIB

Emas naik dengan logam mulia lainnya seiring meredanya ketegangan perdagangan global yang merugikan dolar dan mendukung kenaikan kecil dalam selera...

Emas naik, tetapi ditetapkan untuk penurunan mingguan terbesar dalam 15 bulan
Friday, 17 August 2018 08:56 WIB

Harga emas naik lebih tinggi di awal perdagangan pada hari Jumat karena dolar tetap stabil, tetapi logam tetap di jalur untuk membukukan penurunan...

Minyak Menetapkan Kerugian Mingguan Terpanjang Sejak 2015 Terkait Krisis Turki
Friday, 17 August 2018 08:22 WIB

Minyak menuju pelemahan terpanjang dari kerugian mingguan dalam tiga tahun terakhir pasca krisis ekonomi di Turki semakin mendalam dan setelah...

Saham AS di jalur untuk menarik napas pasca reli kuat hari sebelumnya
Friday, 17 August 2018 16:41 WIB

Indeks saham berjangka AS mencatat pergerakan kecil pada awal Jumat ini, menunjukkan pasar ekuitas bisa mengambil nafas setelah industri Dow...