Thursday, 18 October 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Konsumen AS Naik pada Bulan Juli
Friday, 10 August 2018 19:43 WIB | ECONOMY |Ekonomi ASHarga KonsumenConsumer Price

Harga konsumen AS naik pada bulan Juli, dengan ukuran tidak termasuk makanan dan biaya bahan bakar membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 2008, yang mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Indeks harga konsumen naik 0,2 persen dari Juni setelah menguat 0,1 persen bulan ke bulan sebelumnya, menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pada hari Jumat. Itu sesuai dengan rata-rata survei Bloomberg. Tidak termasuk makanan dan energi, ukuran inti juga naik 0,2 persen, sama seperti yang diperkirakan. Ukuran inti pada basis tahun-ke tahun naik 2,4 persen, kenaikan terbesar dalam ukuran itu sejak September 2008.

Hasilnya menunjukkan permintaan konsumen yang stabil akan mempertahankan inflasi, pada waktu tarif dan retribusi oleh AS dan negara termasuk China juga mengancam untuk mengangkat biaya pada berbagai barang. Kenaikan yang berkelanjutan menuju tujuan Fed - berdasarkan ukuran inflasi yang disukai - membuat bank sentral berada di jalur untuk satu atau dua kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Indeks CPI secara keseluruhan naik 2,9 persen dalam 12 bulan hingga Juli, sesuai dengan rata-rata survei, menurut laporan tersebut. CPI inti diproyeksikan naik 2,3 persen setiap tahun.

Sekitar 60 persen dari peningkatan indeks keseluruhan berasal dari lonjakan biaya tempat tinggal.

Beberapa item yang membukukan penurunan besar pada bulan Juni berbalik arah pada bulan Juli. Di antara mereka adalah tarif hotel dan motel, yang naik 0,4 persen setelah rekor penurunan 4,1 persen pada Juni. Saham Airfares melonjak 2,7 persen, yang terbesar sejak Juli 2013, menyusul penurunan 0,9 persen pada Juni.

Pakaian menurun lagi, turun 0,3 persen setelah jatuh 0,9 persen pada bulan sebelumnya.

Pembacaan CPI inti membawa keuntungan tahunan selama tiga bulan menjadi 2,3 persen, setelah naik 1,7 persen pada Juni. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS
Tenaga Kerja Australia Naik 5.600 pada bulan September. Estimasi Kenaikan 15,000 ...
Thursday, 18 October 2018 07:47 WIB

Bank sentral Australia sedang mencari pengetatan pasar tenaga kerja untuk mendorong upah yang lebih tinggi dan memacu inflasi sebelum mempertimbangkan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak ...

Inflasi U.K Melambat Lebih Dari Yang Diharapkan Terkait Harga Makanan & Transportasi...
Wednesday, 17 October 2018 15:50 WIB

Inflasi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan September, terseret lebih rendah oleh harga makanan dan transportasi. Pertumbuhan harga konsumen merosot ke 2,4 persen dari sebelumnya 2,7 ...

Pertumbuhan Upah di U.K. Naik Dengan Laju Tercepat dalam Hampir Satu Dekade...
Tuesday, 16 October 2018 15:53 WIB

Pertumbuhan upah di Inggris dengan laju tercepatnya dalam hampir satu dekade terakhir, menunjukkan pertumbuhan ekonomi terus beroperasi dengan sedikit melambat. Penghasilan rata-rata tidak termasuk b...

Penjualan Retail AS Naik Kurang dari Perkiraan Karena Menurunnya Penerimaan Restoran...
Monday, 15 October 2018 19:45 WIB

Penjualan ritel AS naik kurang dari perkiraan pada bulan September, karena peningkatan berbasis luas dibayangi oleh penurunan pada penjualan restoran yang mungkin mencerminkan dampak badai Florence. ...

Harga Produsen AS Meningkat untuk Pertama Kalinya dalam Tiga Bulan...
Wednesday, 10 October 2018 19:50 WIB

Harga produsen AS naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir di tengah lonjakan acuan ukur terhadap biaya tiket pesawat dan kereta api, sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan Rab...

LATEST NEWS
Tenaga Kerja Australia Naik 5.600 pada bulan September. Estimasi Kenaikan 15,000

Bank sentral Australia sedang mencari pengetatan pasar tenaga kerja untuk mendorong upah yang lebih tinggi dan memacu inflasi sebelum mempertimbangkan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2010. Biro statistik merilis data...

Indeks Nikkei Tokyo Dibuka Sedikit Lebih Rendah

Indeks acuan Nikkei Tokyo dibuka sedikit lebih rendah pada hari Kamis pasca penurunan di Wall Street, dengan kestabilan yen yang menawarkan beberapa dukungan untuk eksportir. Indeks Nikkei 225 turun 0,12 persen atau 26,70 poin di 22.814,42 pada...

Yen Pertahankan Penurunan 2-Harinya, Menanti Penjualan Obligasi 20 Tahun

Yen mempertahankan dua hari kerugiannya setelah Departemen Keuangan AS berhenti menyatakan China adalah manipulator mata uang dalam laporan semi-tahunannya mengenai tingkat suku bunga, mengurangi kekhawatiran atas potensi eskalasi perang dagang....

POPULAR NEWS
Reli Emas Bergulir
Tuesday, 16 October 2018 04:14 WIB

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan - bisakah rally emas berlanjut? Pasar telah berbicara dengan kata ya. Emas diperdagangkan di level...

Tekanan Berlanjut di Wall Street, Saham Berjangka Bergerak Lebih Rendah
Monday, 15 October 2018 16:53 WIB

Saham berjangka AS mengindikasikan awal yang lebih rendah untuk Wall Street pada hari Senin, karena saham global gagal untuk bergabung dengan reli...

Emas berakhir di level tertinggi lainnya, saham AS batasi kenaikan logam mulia
Wednesday, 17 October 2018 01:26 WIB

Emas berjangka naik tipis pada Selasa untuk mencatat penylesaian lain pada tertinggi sejak Juli, tetapi reli di pasar saham AS membatasi kenaikan...

Emas Naik Karena Resiko yang Meluas dari Saham ke Perdagangan
Monday, 15 October 2018 15:47 WIB

Emas menguat seiring dengan kemerosotan saham berlanjut di Asia, Presiden Donald Trump mengisyaratkan untuk memberlakukan tarif lebih pada China,...