Tuesday, 25 February 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Mengatakan China Akan `Mengurangi dan Mengeluarkan' Tarif Impor Kendaraan
Monday, 3 December 2018 12:08 WIB | GLOBAL ECONOMIC |

Presiden AS Donald Trump mengatakan China telah setuju untuk "mengurangi dan menghapus" tarif terhadap mobil-mobil Amerika dari 40 persen saat ini.

Dia tidak memberikan rincian lain dalam tweet-nya pada larut malam, yang muncul tak lama setelah ia dengan Presiden Xi Jinping meyetujui gencatan senjata sementara dalam perang perdagangan yang sedang berlangsung selama pertemuan KTT Kelompok 20 di Argentina. China belum membuat pengumuman serupa tentang tarif otomotif.

Setiap langkah untuk mengurangi atau menghilangkan tarif tambahan merupakan keuntungan bagi pembuat kendaraan seperti Tesla Inc., BMW AG dan Daimler AG, yang semuanya memproduksi mobil di AS dan mengimpor ke China. Tugas tambahan telah memperlambat penjualan kendaraan impor di China, pasar mobil terbesar di dunia, yang siap untuk penurunan pertamanya dalam lebih dari dua dekade.

Trump pada minggu lalu memerintahkan peninjauan terpisah tentang tarif 40 persen China pada impor otomotif dari AS, 25 persen poin yang merupakan hasil pembalasan Tiongkok terhadap tarif Trump sendiri atas impor dari China. AS saat ini membebankan pajak 27,5 persen pada mobil impor dari China.

China mengatakan pekan lalu bahwa tarif pada automotif AS akan menjadi 15 persen jika bukan karena sengketa perdagangan, dan menyerukan solusi yang dinegosiasikan. Pejabat China membahas kemungkinan menurunkan tarif impor mobil AS sebelum Xi bertemu Trump di Argentina, menurut seseorang yang meminta untuk tidak diidentifikasi. Besarnya dan waktu pengurangan semacam itu tidak jelas, kata orang itu.

Dari impor kendaraan senilai $ 51 miliar di China pada tahun 2017, sekitar $ 13,5 miliar berasal dari Amerika Utara, termasuk penjualan model yang dibuat di sana oleh produsen non-AS seperti BMW. China mengimpor 280.208 kendaraan, atau 10 persen dari total mobil impor, dari AS tahun lalu, menurut Asosiasi Mobil Penumpang China.

Ekspor mobil dan truk ringan AS ke China senilai $ 9,5 miliar pada tahun 2017 dan telah turun secara signifikan sejak China memberlakukan tarif pembalasannya selama musim panas yang memberi keuntungan yang signifikan bagi eksportir di Eropa dan Jepang.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
First Phase of US-China Trade Deal Announced...
Monday, 16 December 2019 09:09 WIB

A trade deal between the United States and China, separately announced Friday by both countries, will be such a boon for American farmers they will "have to go out and buy much larger tractors," accor...

Klaim pengangguran berada di dekat level terendah dalam 45 tahun...
Thursday, 2 August 2018 19:56 WIB

Klaim pengangguran diawali,dengan maraknya pemecatan di AS yang merayap lebih tinggi pada akhir Juli tetapi itu merupakan berada di dekat level terendah dalam setengah abad terakhir. Klaim baru naik ...

Tensi Perdagangan Berdampak pada Perusahaan Perancis Membuat Menurunnya Ekspor...
Tuesday, 24 July 2018 14:35 WIB

Tensi perdagangan yang meningkat antara AS dan Uni Eropa mungkin mulai meninggalkan jejaknya di Prancis. Ekspor barang-barang manufaktur dari negara itu turun pada bulan Juli untuk pertama kalinya da...

Ketenagakerjaan Australia Naik 22.600 pada bulan April; Estimasi Naik 20.000...
Thursday, 17 May 2018 08:59 WIB

Bank sentral Australia sedang berupaya melakukan pengetatan tenaga kerja untuk mendorong upah yang lebih tinggi dan memacu inflasi sebelum mempertimbangkan menaikkan suku bunga. Biro statistik merilis...

LATEST NEWS
Dow Set to Rise More Than 200 Points Following Its Worst Drop in 2 Years

U.S. stock index futures were higher Tuesday morning, following the market™s worst decline in two years on coronavirus. As of 3 a.m. ET, Dow futures rose 187 points, indicating an implied open of more than 207 points. Futures on the S&P and...

USD/JPY Surrenders Modest Recovery Gains, Fails To Find Acceptance Above 111.00 Mark

The USD/JPY pair failed to preserve its early modest recovery gains and has now dropped back to the lower end of its daily trading range, around the 110.65-60 region. The pair gained some initial traction during the Asian session on Tuesday and...

Gold Sags as Investors Choose Risk Again After Virus-Driven Jump

Gold took a step back from its blistering rally driven by the coronavirus crisis even as more companies issued cautions about the outlook, bets accumulated on the prospects for U.S. interest rate cuts over 2020, and further signs of...

POPULAR NEWS
Gold futures climb by nearly 2% to highest finish since Feb. 2013
Tuesday, 25 February 2020 01:55 WIB

Gold futures rose nearly 2% on Monday to mark their highest finish since February 2013. Concerns surrounding COVID-19 and expectations for further...

Gold price rally has revived demand for call options, risk reversals show
Monday, 24 February 2020 11:05 WIB

Gold's recent rally has bolstered bullish expectations and revived demand for call options, which gives the holder a right but not the obligation to...

Gold Jumps Over 2% as Virus Spread Spurs Safe-Haven Demand
Monday, 24 February 2020 19:17 WIB

Gold prices climbed more than 2% on Monday to their highest since February 2013, as a spike in coronavirus cases in several countries outside China...

Europe stocks sink on fears coronavirus is spreading in Italy; airlines lead losses
Tuesday, 25 February 2020 00:08 WIB

European stocks closed sharply lower Monday as investors monitored the continuing spread of the coronavirus beyond China. The pan-European Stoxx...