Friday, 24 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Indeks Nikkei Tokyo Berakhir Dengan Kenaikan Dua Persen
Friday, 19 July 2019 13:47 WIB | MARKET UPDATE |Saham JepangIndeksTopixIndeksNikkei 225

Indeks Nikkei Tokyo naik dua persen pada hari Jumat, memulihkan beberapa penurunan tajam sehari sebelumnya setelah kinerja yang solid di Wall Street.

Indeks Nikkei 225, yang kehilangan hampir dua persen pada hari Kamis karena yen menguat, melonjak 2,0 persen atau 420,75 poin menjadi berakhir pada level 21.466,99. Indeks Topix yang lebih luas naik 1,94 persen atau 29,69 poin ke level 1.563,96. (knc)

Sumber : AFP

RELATED NEWS
Saham Jepang hapus gain awal terkait khawatiran virus ...
Friday, 24 January 2020 10:09 WIB

Saham Jepang menyerahkan kenaikan awal pada Jumat ini untuk diperdagangkan sedikit berubah karena kekhawatiran atas meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona baru di Cina melebihi harapan penin...

Saham di Asia tergelincir karena investor terus mengkaji dampak virus corona ...
Friday, 24 January 2020 09:37 WIB

Saham di Asia menurun pada perdagangan Jumat pagi karena jumlah kasus virus corona di Cina daratan naik menjadi lebih dari 800, dengan jumlah kematian meningkat menjadi 25. Indeks Hang Seng Hong Kong...

Saham Hong Kong flat pasca pekan kekhawatiran akan virus...
Friday, 24 January 2020 09:09 WIB

Saham Hong Kong datar dalam perdagangan pembukaan Jumat ini karena pasar stabil setelah selama sepekan investor khawatir atas wabah virus korona China. Indeks Hang Seng turun 0,02 persen, atau 6,28 p...

Indeks Tokyo dibuka lebih tinggi...
Friday, 24 January 2020 07:20 WIB

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Jumat, didukung oleh sesi tenang di Wall Street meskipun ada peringatan dari investor atas virus mematikan baru dari Cina. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,25 ...

Saham Hong Kong Turun tajam Terkait Kekhawatiran Virus (Review)...
Friday, 24 January 2020 04:24 WIB

Ekuitas Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Kamis karena investor melakukan pelarian atas virus mematikan mirip SARS yang telah menyebar dari Cina. Indeks Hang Seng turun 1,52 persen, atau 431,...

LATEST NEWS
Saham Jepang hapus gain awal terkait khawatiran virus

Saham Jepang menyerahkan kenaikan awal pada Jumat ini untuk diperdagangkan sedikit berubah karena kekhawatiran atas meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona baru di Cina melebihi harapan peningkatan laba perusahaan teknologi. Pada 0159...

Minyak stabil, tapi terbebani kekhawatiran penyebaran virus China

Harga minyak stabil pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk penurunan hingga 5% untuk pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan melemah karena penyebaran virus pernapasan dari China yang telah menewaskan...

Saham di Asia tergelincir karena investor terus mengkaji dampak virus corona

Saham di Asia menurun pada perdagangan Jumat pagi karena jumlah kasus virus corona di Cina daratan naik menjadi lebih dari 800, dengan jumlah kematian meningkat menjadi 25. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,42% pada awal perdagangan, dengan saham...

POPULAR NEWS
Emas Ditutup Lebih Rendah seiring Pedagang Menimbang Dampak Wabah Virus Di China
Wednesday, 22 January 2020 01:56 WIB

Emas berjangka menetap sedikit lebih rendah pada hari Selasa, dengan beberapa sumber menghubungkan kerugian dengan kemungkinan bahwa wabah virus...

Emas berakhir melemah seiring kekhawatiran terkait virus di China
Thursday, 23 January 2020 02:03 WIB

Emas berjangka berakhir dengan penurunan moderat pada hari Rabu, seiring beberapa pasar ekuitas di Asia dan AS naik dan sementara pedagang komoditas...

Emas berjangka berakhir pada level tertinggi dalam lebih dari 2 minggu
Friday, 24 January 2020 01:53 WIB

Emas berjangka ditutup di level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Kamis, seiring kekhawatiran seputar penyebaran virus corona yang...

Emas Stabil Pada Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral
Wednesday, 22 January 2020 21:13 WIB

Harga emas sedikit berubah pada hari Rabu karena dukungan teknis pada kebijakan moneter dovish yang diharapkan dari bank sentral mengimbangi minat...