Monday, 22 April 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kerusuhan Merebak di India Jelang Penayangan Film Kontroversial
Thursday, 25 January 2018 11:25 WIB | SECURITIES |

Kerusuhan merebak di berbagai Kota India, sehari menjelang penayangan perdana film kontroversial yang menceritakan legenda seorang Ratu Hindu. Para pengunjuk rasa yang marah membakar mobil dan merusak gedung-gedung bioskop.

Massa membakar bus di sebuah daerah pinggiran Delhi dan di Uttar Pradesh, para pengunjuk rasa berjalan di rel-rel kereta, hingga menghalangi perjalanan kereta, untuk memprotes penayangan film œPadmaavat. Di berbagai kota lainnya, bioskop dan pusat belanja dirusak, termasuk di Jammu, di mana sebuah loket karcis dibakar. Film œPadmavaat menceritakan kisah seorang ratu Hindu dari abad ke 14.

Penganut Hindu garis keras sudah memrotes film itu selama berbulan-bulan. Mereka menuduh sutradara Sanjay Leela Bhansali memutarbalikkan sejarah karena menggambarkan pemimpin Muslim sebagai kekasih Ratu Hindu Padmavati. Bhansali menampik tuduhan itu, yang menurut banyak ahli sejarah tidak berdasar, karena sedikit bukti dan fakta bahwa Padmavati pernah ada. Awal tahun ini, kelompok itu merusak lokasi pembuatan film dan menyerang sutradaranya.

Judul film itu diubah sebelumnya dari Padmavati menjadi Padmaavat, untuk menampung kritikan bahwa film itu akan merusak citra Rajputs, sebuah kasta kesatria di India utara. Di wilaya itu, Padmavati adalah lambang kebanggaan dan kehormatan.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS
Direktur CIA: Program Rudal Nuklir Korea Utara untuk Intimidasi...
Wednesday, 24 January 2018 17:58 WIB

Direktur CIA Mike Pompeo hari Selasa (23/1) mengatakan, program misil nuklir Korea Utara dirancang tidak sekedar untuk membela diri, tetapi juga mengintimidasi. œSebut saja itu pemaksaan, kata P...

Penembakan di Sekolah Kentucky, Dua Tewas, Lainnya Cedera...
Wednesday, 24 January 2018 04:46 WIB

Dua orang tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam sebuah penembakan pada hari Selasa di sebuah sekolah menengah atas di negara Bagian tenggara AS, Kentucky, menurut Gubernur Matt Bevin. Bevin mengatakan...

LATEST NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang

Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

Perumahan Baru Turun 0,3% Di Maret vs Perkiraan +6,5%

Menurut data yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS dan Departemen Perumahan dan Pengembangan Urban AS, perumahan baru pada bulan Maret turun 0,3% dan berada di bawah ekspektasi pasar untuk pertumbuhan 6,5%. Namun demikian, Indeks Dolar AS tidak...

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun...

POPULAR NEWS
Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di...

Bursa Tokyo Berakhir Menguat terkait Saham Nintendo Melonjak terhadap Laporan Cina
Friday, 19 April 2019 13:26 WIB

Saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada hari Jumat menyusul kenaikan yang sehat di Wall Street, dengan saham Nintendo yang melonjak lebih dari 14...

Indeks Nikkei Menguat Didukung oleh Siklus Saham; Nintendo Melonjak 16 persen
Friday, 19 April 2019 10:26 WIB

Indeks Nikkei Jepang naik pada Jumat pagi karena kenaikan Wall Street meningkatkan selera risiko dan mengangkat siklus saham, sementara saham...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak...