Saturday, 11 July 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB | GLOBAL |Global

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak.

Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang diajukan Kamis menyusul klaim yang diajukan oleh Pusat Demokrasi Digital, Kampanye Anak Bebas-Komersial dan pihak lainnya bahwa TikTok gagal menghapus video yang diposting oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun, yang sebelumnya disepakati akan dilakukan dalam perjanjian 2019 dengan FTC.

FTC mendenda TikTok $ 5,7 juta pada Februari 2019 karena kurangnya langkah-langkah yang dirancang untuk memastikan privasi anak-anak. Selain menghapus video anak-anak di bawah umur, FTC juga mengharuskan perusahaan itu untuk mematuhi semua aspek Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak (COPPA) di masa depan.

Kasus 2019 menuduh TikTok lalai menerapkan pemblokiran terhadap pengumpulan data pribadi remaja dan tidak meluluskan permintaan orang tua agar data anak mereka dihapus. Setelah keputusan FTC, TikTok memperkenalkan bagian aplikasi di bawah 13 tahun yang tidak mengizinkan penyebaran informasi pribadi. Bulan lalu, fitur Family Pairing diumumkan, yang memberi orang tua cara untuk menerapkan pembatasan pada semua akun remaja, tidak hanya di bawah 13 tahun. Anggota kongres dari Partai Demokrat mengatakan kegagalan untuk mematuhi mandat FTC melanggar COPPA.

"Pengabaian terang-terangan atas keputusan persetujuan itu bisa mendorong situs web lain untuk tidak mematuhi penyelesaian yang dibuat dengan kantor Anda, sehingga melemahkan perlindungan bagi semua warga Amerika," kata surat itu kepada FTC. Menurut harian The New York Times aplikasi milik China itu telah diunduh 1,9 miliar kali di seluruh dunia, termasuk 172 juta kali di Amerika. Popularitasnya melonjak sejak pandemi virus corona dan selama perintah tinggal di rumah diberlakukan di seluruh dunia, sehingga penggunaannya mencapai rekor pertumbuhan kuartal pertama.

Pemerintah AS sebelumnya telah menyampaikan keraguannya atas kepercayaan terhadap aplikasi itu, mengutip asal-usulnya dari China. Beberapa cabang militer AS, misalnya, telah melarang personel membuat akun, dan setidaknya satu senator telah mengusulkan undang-undang untuk melarang penggunaannya bagi karyawan federal.

Surat anggota Kongres kepada FTC itu dilayangkan setelah dua anggota Partai Republik dari Komisi Energi dan Perdagangan menulis surat kepada CEO perusahaan induk TikTok, ByteDance.

Anggota Kongres Greg Walden dan Cathy McMorris Rodgers meminta perusahaan itu mengungkapkan praktik pengumpulan data untuk warga Amerika dan bagaimana data itu dibagikan kepada Partai Komunis China atau entitas negara China lainnya.

Menurut harian The Hill, TikTok sebelumnya menyatakan telah menyimpan data pengguna Amerika di Singapura dan membantah bahwa berbagi informasi dengan pemerintah China.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS
Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri...
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di S...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya...
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Ko...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19...
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevalua...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong...
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah terseb...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar...
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Ju...

LATEST NEWS
Emas berjangka berakhir lebih rendah, tapi catat kenaikan beruntun mingguan ke-5

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat ini, mundur kembali dari catatan tertinggi hampir sembilan tahun yang mereka raih di awal pekan ini. Namun Harga emas untuk pekan ini naik sekitar 0,7%, karena penyebaran COVID-19 terus meningkatkan...

Saham Dow Naik 200 Poin Ditengah Berita Potensi Obat Virus Corona

Saham naik diperdagangkan bervariasi pada Jumat ini karena para pedagang mengkaji berita mengenai kemungkinan pengobatan virus corona serta rekor lonjakan lain dalam kasus virus. Saham Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 200 poin lebih...

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah...

POPULAR NEWS
Emas berjangka menandai penyelesaian di level tertinggi sejak 2011
Thursday, 9 July 2020 01:11 WIB

Emas berjangka naik beruntun untuk sesi keempat pada Rabu ini untuk menandai penyelesaian lainnya pada level tertinggi sejak September...

Emas berjangka mundur dari level puncak baru, tapi bertahan diatas $1.800
Friday, 10 July 2020 01:31 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Kamis, mundur sehari pasca mencatat penyelesaian lain pada level tertinggi sejak September 2011, tetapi...

Emas Berjangka Turun, setelah Mencapai Level Tertinggi 9-Tahun
Thursday, 9 July 2020 18:57 WIB

Emas berjangka turun kembali pada Kamis pagi, melepaskan sebagian dari keuntungannya setelah logam mulia mencetak penyelesaian di level tertinggi...

Emas Reli Ke Level $ 1.800 Melihat Arus Masuk ETF Melebihi Rekor Setahun Penuh
Wednesday, 8 July 2020 15:53 WIB

Daya pikat emas semakin kuat saat tahun 2020 dibuka. Harga spot mencapai $ 1.800 per ons dan arus masuk year-to-date ke dalam dana yang...