Sunday, 12 July 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB | GLOBAL |Global

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan pejabat intelijen negara Barat.

Dr Saad al-Jabri, yang membantu menggagalkan rencana bom al-Qaeda melawan Barat, mengasingkan diri tiga tahun lalu menjelang pembabatan yang dilakoni putra mahkota yang sangat berkuasa, Pangeran Mohammed bin Salman.

Sekarang anak-anak Al-Jabri telah ditangkap sebagai "sandera", menurut putra sulungnya, Khalid.

"Omar dan Sarah diculik saat fajar pada 16 Maret dan diambil dari tempat tidur oleh sekitar 50 petugas keamanan negara yang tiba dengan 20 mobil," kata Khalid al-Jabri.

Rumah keluarganya di Riyadh kemudian digeledah dan kartu memori CCTV dilepas. Adapun Omar dan Sarah, yang masing-masing berusia 21 dan 20 tahun, ditahan tanpa boleh berkomunikasi di sebuah tempat penahanan.

Tidak ada dakwaan atau alasan penahanan yang diberikan kepada keluarga untuk penangkapan mereka, kata Khalid kepada saya melalui telepon dari Kanada, tempat dia dan ayahnya tinggal di pengasingan.

"Kami bahkan tidak tahu apakah mereka hidup atau mati."

Dia meyakini mereka ditahan dalam upaya untuk memaksa ayahnya kembali ke Arab Saudi. Di sana, dia khawatir ayahnya akan segera ditangkap dan dipenjara.

"Mereka bisa membuat kebohongan apa pun yang mereka inginkan tetapi dia tidak bersalah."

Pihak berwenang Saudi belum menanggapi permintaan BBC untuk mengomentari tuduhan yang dibuat oleh keluarga Dr Saad al-Jabri dan mereka yang bekerja dengannya.

Siapakah Saad al-Jabri?

Selama bertahun-tahun Dr al-Jabri adalah tangan kanan Pangeran Mohammed bin Nayef, yang secara luas dipuji karena membantu mengalahkan perlawanan al-Qaeda pada 2000-an.

Dia juga merupakan kunci utama dalam semua hubungan Arab Saudi dengan badan intelijen "Lima Mata" (AS, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru).

Pada 2010, hubungan penting ini "membantu menyelamatkan ratusan nyawa", menurut mantan perwira intelijen Barat yang bekerja dengannya.

Al-Qaeda di Yaman menyelundupkan bom berdaya kuat di atas pesawat kargo menuju Chicago, yang disembunyikan di dalam kartrid tinta printer.

Tetapi intelijen Saudi memiliki informan di dalam al-Qaeda yang memberikan informasi kepada MI6, bahkan menyampaikan nomor seri perangkat yang disembunyikannya.

Polisi anti-terorisme Inggris kemudian menemukan dan menjinakkan bom di dalam pesawat di Bandara East Midlands.

"Jika rencana itu berjalan sesuai rencana, ratusan orang akan terbunuh," kata mantan perwira intelijen itu.

"Dr al-Jabri mengubah upaya Saudi melawan terorisme," kata mantan pejabat intelijen negara barat lainnya.

"Dia mengubahnya dari sistem yang kasar, kejam, berbasis pengakuan, menjadi sistem yang menggunakan forensik modern dan data berbasis komputer.

"Dia adalah pria paling pintar yang kami temui di antara begitu banyak orang lain yang tidak berfungsi," katanya.

Ia adalah pria yang cara bicaranya lembut, dengan gelar doktor dalam bidang kecerdasan buatan dari Universitas Edinburgh.

Dr al-Jabri pernah menjabat sebagai menteri kabinet dan memegang pangkat mayor jenderal di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Namun pada 2015 semuanya berubah. Raja Abdullah meninggal dan saudara tirinya Salman naik takhta. Ia mengangkat putranya yang masih muda dan belum teruji, Mohammed Bin Salman (dikenal sebagai MBS) sebagai menteri pertahanan.

MBS kemudian memerintahkan pasukan negaranya untuk campur tangan dalam perang saudara Yaman, sebuah langkah yang ditentang oleh Dr al-Jabri yang mengatakan tak akan ada strategi keluar dari perang itu.

Lebih dari lima tahun kemudian Arab Saudi masih mencari jalan keluar dari kebuntuan di Yaman, yang disebut mahal.

Pada 2017 MBS melakukan kudeta istana tanpa darah dengan restu ayahnya.

Dia secara efektif menyerobot posisi selanjutnya ke tahta, yang dipegang Pangeran Mohammed bin Nayef, dengan menjadi putra mahkota.

Saat ini pangeran yang digulingkan itu ditahan, asetnya disita, dan mereka yang bekerja untuknya telah dicopot dari jabatannya.

Dr al-Jabri melarikan diri ke pengasingan di Kanada. Tetapi sejumlah mantan pejabat intelijen Barat percaya MBS masih melihatnya sebagai ancaman terhadap legitimasinya.

"Dia tidak bisa melihat pria itu sebagai orang radikal yang bebas, yang menjadi kekuatan untuk melawannya," kata salah satu dari mereka.

Keluarganya mengatakan bahwa mereka telah berusaha menemui pihak berwenang Saudi "di lokasi netral", tapi upaya itu sia-sia. Maka sekarang mereka memutuskan mengungkapkan hal itu ke publik.

"Ada tanda-tanda bahwa Dr Saad menjadi sasaran dengan berbagai ancaman dan pihak berwenang (Kanada) menanggapinya dengan serius," kata putranya, Khalid.

"Kami terpaksa melakukan ini," tambahnya.

"Kami adalah patriot, kami mencintai negara kami, kami tidak ingin mempermalukan Arab Saudi, tetapi menculik Omar dan Sarah seperti ini, ini adalah premanisme yang dilakukan di siang hari oleh negara."

Sumber: BBC News

RELATED NEWS
Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri...
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di S...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya...
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Ko...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19...
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevalua...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong...
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah terseb...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar...
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Ju...

LATEST NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan

Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

Bursa Hong Kong Berakhir Dengan Penurunan Tajam (Review)

Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat, sejalan dengan aksi jual di seluruh Asia, dengan investor juga dihantui oleh infeksi baru di kota yang telah menyebabkan diberlakukannya kembali langkah-langkah pengendalian termasuk...

Minyak Menguat, Tetapi Acuan AS Berakhir Lebih Rendah Untuk Pekan ini

Minyak berjangka naik pada Jumat ini, didukung oleh hasil positif terkait dengan potensi obat COVID-19, tetapi harga minyak AS berakhir lebih rendah untuk pekan ini karena laporan dari Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa lesunya...

POPULAR NEWS
Emas berjangka mundur dari level puncak baru, tapi bertahan diatas $1.800
Friday, 10 July 2020 01:31 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Kamis, mundur sehari pasca mencatat penyelesaian lain pada level tertinggi sejak September 2011, tetapi...

Emas Berjangka Turun, setelah Mencapai Level Tertinggi 9-Tahun
Thursday, 9 July 2020 18:57 WIB

Emas berjangka turun kembali pada Kamis pagi, melepaskan sebagian dari keuntungannya setelah logam mulia mencetak penyelesaian di level tertinggi...

Bursa Hong Kong Berakhir Pada Catatan Yang Kuat
Thursday, 9 July 2020 15:25 WIB

Saham-saham Hong Kong berakhir dengan kenaikan lebih lanjut pada hari Kamis, sejalan dengan kenaikan di seluruh Asia menyusul pemecah rekor lain...

Emas Menuju untuk Kenaikan Mingguan Kelima Ditengah Lonjakan Kasus Virus
Friday, 10 July 2020 16:48 WIB

Emas melayang di atas angka kunci $ 1.800 per ons, berada di jalur untuk kenaikan mingguan kelima, karena investor terbebani oleh kekhawatiran atas...