Sunday, 05 April 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah.

Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari.

Dia memulai karier militernya di angkatan udara Mesir, sampai akhirnya menjadi panglima dan deputi menteri pertahanan.

Mubarak diangkat sebagai wakil Presiden Anwar Sadat pada tahun 1975 dan berada di sisinya sewaktu Sadat dibunuh pada Oktober 1981 oleh militan Islamis.

Pemimpin autokrat itu kemudian menjadi presiden dan mempertahankan kekuasaan dengan memposisikan dirinya sebagai sekutu kepercayaan Barat yang menghormati perjanjian perdamaian 1979 dengan Israel, meskipun mendapat tentangan keras di hampir seluruh kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri, Mubarak memerintah dengan tangan besi, memberlakukan undang-undang darurat, yang memberi pasukan keamanan kekuasaan besar untuk menindak keras pembangkang dan membatasi hak-hak dasar.

Mubarak melakukan penindakan keras sewaktu ekstremis Islamis melancarkan kampanye kekerasan pada tahun 1990-an yang menewaskan ratusan polisi Mesir, tentara dan warga sipil, serta puluhan turis asing.

Presiden otoriter itu berjuang lama untuk menekan Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis transnasional terbesar di dunia Arab yang bermula di Mesir. Dalam melakukan itu, ia juga meminggirkan kelompok Islamis moderat, mengasingkan para pendukung mereka. Banyak kalangan menuduh Mubarak korupsi.

Selama tiga dekade, Mubarak memimpin pada masa-masa tidak mudah untuk mencapai stabilitas dan pembangunan ekonomi.

Pada Januari 2011, protes besar-besaran terhadap pemerintahnya merebak di Kairo dan kota-kota Mesir lainnya. Pada 1 Februari, pemimpin lanjut usia itu mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu yang dijadwalkan untuk bulan September tahun itu. Ia juga menjanjikan reformasi konstitusi, tetapi rakyat Mesir menuntut perubahan yang lebih radikal tidak lama setelah gerakan Musim Semi Arab mulai melanda kawasan.

Pada 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan Mubarak meletakkan jabatan dan dewan tertinggi militer akan memimpin negara itu. Mubarak dan keluarganya melarikan diri ke rumah peristirahatan mereka di kawasan Laut Merah.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Satu Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona...
Friday, 3 April 2020 23:52 WIB

Pandemi virus corona mencapai tonggak sejarah yang suram ketika total penderita yang terkonfirmasi mencapai satu juta orang. Menurut hitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins lebih dari seper...

Menlu Jerman Peringatkan NATO Bahaya Disinformasi di Tengah Krisis Covid-19...
Friday, 3 April 2020 17:11 WIB

Menteri Luar Negeri Jerman hari Kamis (2/4) mengimbau seluruh anggota NATO tidak mengambil kesempatan dari wabah virus corona ini untuk menyebarkan œinformasi salah, œpropaganda dan œberit...

Presiden Filipina Perintahkan Tembak Mati Pelanggar 'Lockdown'...
Friday, 3 April 2020 11:34 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan siapapun yang melanggar aturan lockdown yang diambil pemerintah untuk mencegah perluasan wabah virus corona bisa ditembak mati polisi. Duterte mengeluarka...

Trump Pertimbangkan Hentikan Penerbangan Antar Pusat Penyebaran Corona...
Friday, 3 April 2020 00:02 WIB

Presiden AS Donald Trump, Rabu (1/4), menolak memberlakukan perintah tinggal di rumah dalam skala nasional, namun mengatakan mungkin akan memerintahkan perusahaan-perusahaan penerbangan untuk menghent...

PBB: Virus Corona Krisis Global Terbesar Sejak Perang Dunia II...
Thursday, 2 April 2020 17:17 WIB

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pandemi virus corona adalah krisis global yang paling menyulitkan sejak Perang Dunia II. "Suatu kombinasi penyakit yang menjadi ancaman bagi semua...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong Menuju Akhir Pekan Dengan Penurunan (Review)

Saham Hong Kong berakhir di Jumat dengan penurunan, sejalan dengan aksi jual di seluruh Asia, setelah data menunjukkan 6,7 juta orang Amerika pekan lalu mendaftar tunjangan pengangguran saat virus korona menghancurkan ekonomi global. Indeks Hang...

Saham Dow ditutup melemah seiring data tingkat pengangguran AS meningkat

Saham AS ditutup lebih rendah pada Jumat seiring investor menilai kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh epidemi coronavirus, setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS kehilangan lebih dari 700.000 pekerjaan pada bulan Maret, dan bahwa...

Harga minyak AS naik hampir 32% untuk minggu ini

Minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan mingguan hampir 32%. Harga lanjutkan reli hari Kamis mereka di tengah meningkatnya harapan bahwa produsen minyak utama akan mencapai kesepakatan untuk secara signifikan...

POPULAR NEWS
Emas Berakhir Menguat Didukung Klaim Pengangguran Mingguan yang Melonjak
Friday, 3 April 2020 01:29 WIB

Emas berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Kamis, dengan lmendapatkan dorongan pada kenaikan klaim pengangguran mingguan AS ke rekor 6,6...

Emas Memperpanjang Kenaikan Setelah Terjadi Lonjakan Pada Klaim Pengangguran
Thursday, 2 April 2020 20:21 WIB

Emas berjangka naik pada hari Kamis, menambah kenaikan setelah lonjakan besar dalam klaim pengangguran untuk pertama kalinya. Emas untuk pengiriman...

Harga Emas Naik Di Tengah Kekhawatiran Turbulensi Ekonomi Tanpa Henti
Thursday, 2 April 2020 09:33 WIB

Harga emas di Asia naik pada hari Kamis karena investor bersiap untuk turbulensi ekonomi yang berkelanjutan. Emas berjangka naik 0,41% pada $ 1,598...

Satu Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona
Friday, 3 April 2020 23:52 WIB

Pandemi virus corona mencapai tonggak sejarah yang suram ketika total penderita yang terkonfirmasi mencapai satu juta orang. Menurut hitungan yang...