Sunday, 19 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korut Sebut Presiden AS Lalai dan Tidak Menentu
Tuesday, 10 December 2019 10:54 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara melontarkan penghinaan baru terhadap Presiden Amerika Donald Trump, Senin (9/12), menyebutnya sebagai œorang tua yang lalai dan tidak menentu."

Pyongyang menanggapi cuitan Presiden Trump yang mengatakan bahwa œKim Jong-un terlalu pintar dan akan kehilangan terlalu banyak, jika dia bertindak dengan cara yang bermusuhan. Trump menambahkan bahwa Kim œtidak ingin membatalkan hubungan istimewanya dengan Presiden Amerika Serikat atau campur tangan dalam Pemilihan Presiden Amerika pada bulan November.

Mantan negosiator nuklir Korea Utara Kim Yong-chol, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya œtidak akan kehilangan apa pun meskipun œAS dapat mengambil apa pun lebih dari kita, itu tidak pernah bisa menghilangkan rasa harga diri kami yang kuat, kebesaran negara kami dan kebencian kami terhadap Amerika.

Kim Yong-chol mengatakan cuitan Trump tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa dia œkehilangan kesabaran dan waktunya akan tiba œketika kita tidak bisa tidak menjulukinya lagi sebagai ˜orang tua yang pikun™.

Dia menyuarakan tuduhan bahwa pemerintahan Trump berusaha membeli waktu sebelum tenggat akhir tahun yang ditetapkan oleh Kim Jong-un bagi Washington œuntuk menyelamatkan pembicaraan nuklir.

Trump pada hari Minggu memperingatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terkait tindakan militer yang bermusuhan, bahkan ketika Pyongyang mengumumkan telah melakukan œuji coba yang sangat penting di tempat peluncuran satelitnya.

Pernyataan Trump tersebut muncul setelah media pemerintah Korea Utara mengatakan uji coba itu dilakukan hari Sabtu di Stasiun Peluncuran Satelit Sohae 7, stasiun peluncur roket jarak jauh di Tongch'ang-ri, bagian dari Provinsi Pyongan Utara yang terletak di dekat perbatasan dengan China.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung...
Friday, 17 January 2020 23:31 WIB

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untu...

Pentagon Bantah Tuduhan 'Laporan Palsu' Pencapaian di Afghanistan...
Friday, 17 January 2020 18:02 WIB

Pentagon membantah tuduhan bahwa kepemimpinan militer "mendorong kebohongan" guna menggambarkan upaya-upaya Amerika yang lebih optimis dalam perang hampir 20 tahun di Afghanistan. "Gagasan bahwa ada ...

Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai...
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar...

PM Baru Rusia, Seorang Birokrat Karier Tanpa Tujuan Politik...
Thursday, 16 January 2020 23:55 WIB

Mikhail Mishustin tidak pernah memiliki ambisi politik sebagai birokrat karier dan namanya tidak muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri Rusia berikutnya. Tetapi Mishustin yang be...

China: Virus Korona Baru Mungkin Menyebar Antar Manusia...
Thursday, 16 January 2020 17:36 WIB

Kemungkinan virus baru yang ditemukan di China Tengah bisa menyebar antar manusia tidak bisa dihapuskan, meskipun resiko penyebarannya pada saat ini rendah, kata para pejabat China, Rabu (15/1). Empa...

LATEST NEWS
Catat kenaikan mingguan terbaik sejak Agustus, S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor baru

Saham AS ditutup pada tertinggi sepanjang masa pada Jumat, catat rekor ketiga beruntun untuk Dow dan S&P 500, seiring investor menyambut data ekonomi bullish dan berlanjutnya gelombang optimisme perdagangan. Saham Dow Jones Industrial Average...

Saham HK Akhiri Pekan ini dengan Keuntungan (Review)

Saham-saham Hong Kong berakhir pada Jumat ini dengan catatan positif, dengan investor mempertahankan optimisme atas prospek menyusul penandatanganan pakta perdagangan China-AS minggu ini yang meredakan ketegangan antara negara-negara adidaya...

Minyak catat penurunan minggu kedua beruntun seiring kekhawatiran permintaan global

Harga minyak stabil pada hari Jumat seiring pertumbuhan ekonomi yang lamban di China, importir minyak mentah terbesar dunia, meningkatkan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar dan melawan optimisme dari penandatanganan kesepakatan dagang...

POPULAR NEWS
Permintaan aset haven berkurang, Emas berakhir lebih rendah
Friday, 17 January 2020 02:11 WIB

Emas berjangka menyerahkan kenaikan sebelumnya untuk berakhir lebih rendah pada hari Kamis, karena beberapa data ekonomi AS yang optimis mengurangi...

Emas Menguat, Tapi Mengalami Minggu Terburuk dalam 2-Bulan
Friday, 17 January 2020 19:32 WIB

Harga emas menguat pada hari Jumat, tetapi masih di jalur untuk membukukan penurunan mingguan terbesar dalam sekitar dua bulan karena data China...

Emas Berada Dijalur Penutupan Tertinggi seiring Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Turun
Thursday, 16 January 2020 20:10 WIB

Emas berjangka pada hari Kamis menuju penutupan tertinggi dalam sekitar satu minggu, memperpanjang kenaikan dari hari Rabu setelah selesainya...

Emas Bertahan di Tengah Kekhawatiran Terkait Kesepakatan Perdagangan AS-China
Thursday, 16 January 2020 16:28 WIB

Harga emas bertahan stabil pada hari Kamis setelah Amerika Serikat dan China menandatangani kesepakatan perdagangan awal, karena para investor...