Saturday, 18 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB | GLOBAL |GlobalAmerika

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran.

Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan yang ditambahkan ke pasukan AS di kawasan itu sejak awal tahun ini, kata harian itu, mengutip para pejabat AS yang tidak disebut namanya.

Dikatakan, Presiden Donald Trump dapat membuat keputusan tentang peningkatan pasukan itu paling awal bulan ini.

Seorang juru bicara Pentagon menolak mengomentari laporan itu kepada kantor berita AFP.

Langkah itu dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal kargo dan tanker, serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap kilang minyak Saudi pada September yang diduga dilakukan oleh Iran.

Amerika telah meningkatkan kehadiran militernya di Teluk dan memperluas sanksi ekonomi pada negara itu yang meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah.

Pada pertengahan November, kapal induk AS Abraham Lincoln berlayar melewati Selat Hormuz. Unjuk kekuatan AS itu bertujuan meyakinkan semua negara sekutu AS yang khawatir dengan ancaman Iran.

Pada Oktober, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan, dua skuadron tempur dan tambahan baterai pertahanan rudal sedang dikirim ke Arab Saudi berjumlah sekitar 3.000 tentara baru.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung...
Friday, 17 January 2020 23:31 WIB

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untu...

Pentagon Bantah Tuduhan 'Laporan Palsu' Pencapaian di Afghanistan...
Friday, 17 January 2020 18:02 WIB

Pentagon membantah tuduhan bahwa kepemimpinan militer "mendorong kebohongan" guna menggambarkan upaya-upaya Amerika yang lebih optimis dalam perang hampir 20 tahun di Afghanistan. "Gagasan bahwa ada ...

Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai...
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar...

PM Baru Rusia, Seorang Birokrat Karier Tanpa Tujuan Politik...
Thursday, 16 January 2020 23:55 WIB

Mikhail Mishustin tidak pernah memiliki ambisi politik sebagai birokrat karier dan namanya tidak muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri Rusia berikutnya. Tetapi Mishustin yang be...

China: Virus Korona Baru Mungkin Menyebar Antar Manusia...
Thursday, 16 January 2020 17:36 WIB

Kemungkinan virus baru yang ditemukan di China Tengah bisa menyebar antar manusia tidak bisa dihapuskan, meskipun resiko penyebarannya pada saat ini rendah, kata para pejabat China, Rabu (15/1). Empa...

LATEST NEWS
Saham Eropa ditutup lebih tinggi, PDB Tiongkok naik seperti yang diharapkan

Saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Jumat ini setelah data menunjukkan ekonomi China tumbuh sesuai dengan harapan pada tahun 2019, yang mengangkat pasar global. Indeks Pan-European Stoxx 600 ditutup untuk sementara waktu naik 0,9%, setelah...

Saham AS pangkas gain awal dan sedikit berubah

Saham AS sedikit berubah pada hari Jumat setelah menyentuh rekor tertinggi karena Wall Street membungkus kinerja mingguan yang solid di tengah data ekonomi global yang kuat dan awal yang kuat untuk musim laba. Dow Jones Industrial Average...

Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untuk pertama kalinya sejak 2012. Ayatollah Ali...

POPULAR NEWS
Emas berjangka ditutup lebih tinggi pasca penurunan sesi back-to-back
Thursday, 16 January 2020 02:12 WIB

Emas berjangka ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, menemukan dukungan pasca mencatat penurunan sesi back-to-back. Harga untuk logam mulia naik...

Emas Menguat Ditengah Kekhawatiran Baru Atas Perdagangan AS-Cina
Wednesday, 15 January 2020 20:21 WIB

Harga emas pada hari Rabu naik dari level terendah selama lebih dari satu minggu di sesi terakhir di tengah kekhawatiran baru atas hubungan...

Emas berjangka berakhir di terendah dalam hampir 2 pekan
Wednesday, 15 January 2020 01:58 WIB

Emas berjangka menandai penurunan sesi kedua pada hari Selasa, menetap di level terendah sejak 2 Januari, dengan kekuatan di pasar saham AS serta...

Permintaan aset haven berkurang, Emas berakhir lebih rendah
Friday, 17 January 2020 02:11 WIB

Emas berjangka menyerahkan kenaikan sebelumnya untuk berakhir lebih rendah pada hari Kamis, karena beberapa data ekonomi AS yang optimis mengurangi...