Tuesday, 19 November 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB | GLOBAL |Global

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerintah China menghormati janji-janjinya berdasarkan Deklarasi Gabungan China-Inggris pada tahun 1984, dan juga pada konsep yang disebut œSatu Negara, Dua Sistem, setelah China mengambil alih kendali atas Hong Kong dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1 Juli 1997.

"Mereka minta para pemimpin China untuk menghormati komitmen yang mereka buat. Mereka berjanji kepada Inggris di dalam persetujuan itu dan yang kemudian diserahkan kepada PBB. Itu merupakan kebijakan Amerika, kata Pompeo.

œPresiden Trump juga mengatakan dia hendak memastikan China memperlakukan mereka secara manusiawi, demikian ditambahkan Pompeo. œItu adalah hal-hal yang menjadi fokus kebijakan Amerika seputar Hong Kong.

Komentar diplomat tertinggi Amerika itu datang sehari setelah DPR Amerika secara bulat meloloskan œUU HAM dan Demokrasi Hong Kong, di mana Menlu diwajibkan men-sertifikasi setiap tahun bahwa Hong Kong tetap punya otonomi supaya bisa mendapat perlakuan khusus sebagai pusat finansial yang utama.

Walaupun RUU ini juga harus diloloskan Senat Amerika, dan ditanda-tangani oleh Presiden Trump agar menjadi UU, produk legislatif ini sudah memiliki dukungan bipartisan kuat di kalangan para senator.

Rabu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Beijing menentang RUU itu,, dan pejabat mengancam akan mengambil langkah-langkah untuk melawannya. "Kami akan mengambil langkah-langkah balasan atas keputusan yang salah oleh Amerika, dan perilaku salah dari Amerika yang merugikan kepentingan China, kata jurubicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang. œKami benar-benar akan mengamankan kedaulatan dan kepentingan pembangunan kami.

Juru bicara itu tidak menguraikan lebih lanjut langkah-langkah apa yang dimaksudnya.

Apa yang dimulai sebagai protes bulan Juni terhadap sebuah RUU yang memungkinkan tersangka penjahat di ekstradisi ke China daratan, kini telah berkembang menjadi tuntutan bagi demokrasi sepenuhnya di Hong Kong.

Sejak Juni, lebih dari 2000 pemrotes telah ditangkap di Hong Kong. Sepertiga dari mereka yang dihadapkan pada ancaman penjara berusia 18 tahun atau kurang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Korea Utara Katakan Tidak Ingin Bicara dengan AS...
Tuesday, 19 November 2019 11:04 WIB

Korea Utara pada Senin (18/11) mengatakan meskipun memandang "positif," keputusan AS menunda latihan militer bersama dengan Korea Selatan pemberlakuan resolusi PBB yang mengecam catatan HAM Korea Utar...

Rusia Kembalikan 3 Kapal Angkatan Laut Ukraina...
Monday, 18 November 2019 23:35 WIB

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan tiga kapal angkatan laut Ukraina yang ditangkap dalam konfrontasi penembakan hampir setahun yang lalu telah dikembalikan. Dua kapal perang dan satu kapal tund...

AS, Korsel Batalkan Latihan Militer sebagai Iktikad Baik terhadap Pyongyang...
Monday, 18 November 2019 18:01 WIB

Amerika dan Korea Selatan hari Minggu (17/11) membatalkan latihan militer bersama. Menhan Amerika Mark Esper mengatakan, langkah itu merupakan œ iktikad baik terhadap Korea Utara. œSaya meliha...

Kepolisian Menyerbu Universitas yang Dibarikade oleh Pengunjuk rasa...
Monday, 18 November 2019 10:52 WIB

Ratusan mahasiswa pengunjuk rasa di Hong Kong yang telah membarikade diri mereka di sebuah universitas berusaha untuk melarikan diri dari kampus yang dikepung pada Senin pagi, setelah kebuntuan s...

Demonstran Mulai Tinggalkan Universitas Hong Kong...
Friday, 15 November 2019 23:26 WIB

Para demonstran yang sebelumnya membarikade diri mereka di sebuah universitas Hong Kong pekan ini mulai meninggalkan lokasi protes itu, Jumat (15/11). Belum diketahui pasti mengapa para demonstran di...

LATEST NEWS
Saham China naik, terbesar dalam 2-minggu di tengah harapan stimulus baru

Saham China naik terbesar dalam dua minggu pada hari Selasa, karena pemangkasan tingkat pendanaan antar bank utama pada hari Senin mendorong harapan untuk lebih banyak stimulus pemerintah untuk menopang perlambatan pertumbuhan. Indeks CSI300...

Minyak turun di tengah kekhawatiran atas pembicaraan perdagangan AS-China

Harga minyak AS turun untuk hari kedua beruntun pada hari Selasa di tengah kegelisahan pasar atas kemajuan yang terbatas antara Cina dan Amerika Serikat dalam menurunkan tarif perdagangan, sementara kenaikan persediaan AS juga mempererat...

Saham Tokyo ditutup turun seiring fokus pada perdagangan AS-Cina

Saham Tokyo melemah pada hari Selasa karena investor dengan waspada memantau perkembangan terbaru dalam perang perdagangan AS-Cina, dengan beberapa peristiwa baru yang menggerakkan pasar. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,53 persen, atau 124,11...

POPULAR NEWS
Emas Menguat Terkait Kekhawatiran Tiongkok Terhadap Pendakwaan Trump
Tuesday, 19 November 2019 03:44 WIB

Emas kembali ke jalur untuk menjadi lindung nilai terhadap perang perdagangan pada hari Senin setelah pembicaraan tentang kekhawatiran Beijing atas...

Emas Melemah Seiring Penurunan Holdings ETF, Kemajuan Pembicaraan Dagang
Monday, 18 November 2019 16:00 WIB

Emas menurun setelah kenaikan mingguan kecil karena investor menunggu perkembangan baru di front perdagangan dan mempertimbankan data yang...

Emas Stabil Seiring Perkembangan Perdagangan, ETF dalam Fokus
Monday, 18 November 2019 09:36 WIB

Emas sedikit berubah pasca kenaikan mingguan  seiring investor menunggu perkembangan baru perdagangan dan mengkaji data yang menunjukkan...

Saham HongKong mulai perdagangan dengan Gain
Monday, 18 November 2019 09:05 WIB

Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Senin menyusul penutupan dengan rekor baru lainnya di Wall Street, meskipun para pedagang tetap gelisah...