Sunday, 26 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Presiden Rusia Ingin Tingkatkan Hubungan dengan UAE
Tuesday, 15 October 2019 23:42 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) hari Selasa (15/10), sebagian bagian dari lawatannya ke Timur Tengah. Adapun tujuan lawatan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antara Moskow dan sekutu lama AS ini, di tengah-tengah ketegangan di Teluk Persia.

Putra mahkota Abu Dhabi yang berpengaruh, Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan, bertemu Putin di bandara dan bersamanya menuju istana Qasr Al Watan. Begitu mereka tiba, tentara berkuda mengapit limusin mereka sementara jet-jet militer terbang di atasnya dan meninggalkan jejak asap sewarna dengan bendera Rusia.

Demonstrasi bela diri, seperti yang diperlihatkan pada lawatan Paus Fransiskus Februari lalu, menunjukkan pentingnya lawatan pertama Putin sejak 2007 bagi UEA yang merupakan federasi tujuh emirat di Semenanjung Arab.

Sebagian lawatan itu semata-mata karena kepentingan bisnis. Warga Rusia semakin banyak yang mengunjungi Dubai untuk berbisnis dan berlibur di pantai-pantainya, begitu pula pengunjung Rusia di emirat-emirat lainnya.

Rusia dan negara-negara lainnya juga telah bergabung bersama OPEC dalam kelompok yang disebut OPEC+, memangkas produksi mereka untuk membantu mendongkrak harga. Harga minyak mentah dijual lebih dari 100 dolar per barel pada musim panas 2014 sebelum turun di bawah 30 dolar per barel pada Januari 2016. Pada Senin lalu, harga minyak mentah acuan Brent diperdagangkan sedikit di bawah AS$65 per barel.

Masalah situasi keamanan kawasan juga menjadi perhatian lainnya. Rusia telah bekerjasama dengan Iran mendukung Presiden Suriah yang terpojok Bashar al-Assad dalam perang berkepanjangan di negara itu. Meskipun menentang Assad pada awal konflik, UEA kini tampaknya menerima Assad tetap berkuasa. Abu Dhabi telah membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus dan mendorong dimulainya kembali hubungan bisnis.

Sementara itu, UEA berusaha meredakan ketegangan dengan Iran setelah keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik keluar AS dari perjanjian nuklir Teheran dengan negara-negara berpengaruh dunia setahun silam.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China...
Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dar...

Perancis Paparkan Reformasi Pensiun...
Friday, 24 January 2020 19:45 WIB

Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu a...

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran...
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memp...

Korut Larang Kunjungan Turis Asing Terkait Wabah Virus Korona...
Thursday, 23 January 2020 23:07 WIB

Korea Utara untuk sementara melarang kunjungan turis asing sebagai tanggapan atas wabah virus baru yang membahayakan di negara tetangganya, China. Tergantung berapa lama larangan itu berlaku, langkah ...

Hakim Agung Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Yunani...
Thursday, 23 January 2020 17:41 WIB

Para anggota parlemen Yunani memilih presiden perempuan pertama negara itu hari Rabu (22/1), dengan mayoritas suara mendukung hakim pengadilan tinggi Katerina Sakellaropoulou. Berbicara setelah secar...

LATEST NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus

Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

Minyak Catatkan Penurunan Terbesar Sejak Mei karena Wabah Coronavirus

Minyak membukukan pekan terburuk sejak Mei karena wabah coronavirus terus menekan harga. Perlambatan ekonomi Tiongkok akan berdampak pada permintaan karena China adalah importir minyak mentah terbesar dunia, setelah mengimpor di rekor 10,12 juta...

Harga emas menguat seiring meningkatnya kekhawatitan terkait virus corona

Harga emas berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, berakhir pada penyelesaian tertinggi dalam sekitar tiga minggu seiring wabah virus yang berasal dari Cina terus tumbuh. Emas Februari ditutup $ 6,50, atau 0,4%, lebih tinggi pada $ 1,571,90 per...

POPULAR NEWS
Emas berjangka berakhir pada level tertinggi dalam lebih dari 2 minggu
Friday, 24 January 2020 01:53 WIB

Emas berjangka ditutup di level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Kamis, seiring kekhawatiran seputar penyebaran virus corona yang...

Harga emas menguat seiring meningkatnya kekhawatitan terkait virus corona
Saturday, 25 January 2020 02:08 WIB

Harga emas berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, berakhir pada penyelesaian tertinggi dalam sekitar tiga minggu seiring wabah virus yang berasal...

Saham Hong Kong flat pasca pekan kekhawatiran akan virus
Friday, 24 January 2020 09:09 WIB

Saham Hong Kong datar dalam perdagangan pembukaan Jumat ini karena pasar stabil setelah selama sepekan investor khawatir atas wabah virus korona...

Saham Hong Kong Turun tajam Terkait Kekhawatiran Virus (Review)
Friday, 24 January 2020 04:24 WIB

Ekuitas Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Kamis karena investor melakukan pelarian atas virus mematikan mirip SARS yang telah menyebar dari...