Sunday, 19 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump: AS Akan Terapkan 'Sanksi Besar' Terhadap Turki
Monday, 14 October 2019 23:42 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump pada hari Senin (14/10) menjanjikan "sanksi besar" terhadap Turki. Ancaman sanksi itu diberikan karena invasi Turki ke Suriah utara untuk menyerang pejuang Kurdi. Namun Trump, sekali lagi, membela penarikan pasukan Amerika yang telah berjuang bersama Kurdi melawan teroris ISIS.

œApakah orang benar-benar berpikir bahwa kita mesti berperang melawan anggota NATO, Turki? tulis Trump di Twitter. œPerang yang tidak pernah berakhir akan berakhir! Orang-orang yang sama yang membuat kita masuk ke dalam kekacauan di Timur Tengah adalah orang-orang yang paling menginingkan kita tetap tinggal di sana!

Presiden Trump berpendapat bahwa para pejuang Kurdi œmungkin akan melepaskan beberapa anggota ISIS yang selama ini ditahan dalam upaya œuntuk membuat kita terlibat. Tetapi, pemimpin Amerika itu mengatakan mereka akan œdengan mudah ditangkap kembali oleh Turki atau negara-negara Eropa dari mana banyak di antara mereka berasal.

Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia sedang berusaha bekerja sama dengan para pemimpin kongres, termasuk oposisi dari Partai Demokrat, untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada Ankara.

Pasukan Suriah memasuki sebuah kota dekat perbatasan dengan Turki pada hari Senin, sehari setelah mencapai kesepakatan dengan Kurdi Suriah untuk pindah ke wilayah itu dalam upaya menghadapi serangan Turki.

Kantor berita pemerintah SANA melaporkan gerakan pasukan hari Senin di Tal Tamr, sekitar 20 kilometer dari perbatasan, dan menyatakan gerakan itu dilakukan untuk œmenghadapi agresi Turki. Dilaporkan bahwa kehadiran pasukan Suriah di wilayah itu disambut hangat oleh warga di sana.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung...
Friday, 17 January 2020 23:31 WIB

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untu...

Pentagon Bantah Tuduhan 'Laporan Palsu' Pencapaian di Afghanistan...
Friday, 17 January 2020 18:02 WIB

Pentagon membantah tuduhan bahwa kepemimpinan militer "mendorong kebohongan" guna menggambarkan upaya-upaya Amerika yang lebih optimis dalam perang hampir 20 tahun di Afghanistan. "Gagasan bahwa ada ...

Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai...
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar...

PM Baru Rusia, Seorang Birokrat Karier Tanpa Tujuan Politik...
Thursday, 16 January 2020 23:55 WIB

Mikhail Mishustin tidak pernah memiliki ambisi politik sebagai birokrat karier dan namanya tidak muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri Rusia berikutnya. Tetapi Mishustin yang be...

China: Virus Korona Baru Mungkin Menyebar Antar Manusia...
Thursday, 16 January 2020 17:36 WIB

Kemungkinan virus baru yang ditemukan di China Tengah bisa menyebar antar manusia tidak bisa dihapuskan, meskipun resiko penyebarannya pada saat ini rendah, kata para pejabat China, Rabu (15/1). Empa...

LATEST NEWS
Catat kenaikan mingguan terbaik sejak Agustus, S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor baru

Saham AS ditutup pada tertinggi sepanjang masa pada Jumat, catat rekor ketiga beruntun untuk Dow dan S&P 500, seiring investor menyambut data ekonomi bullish dan berlanjutnya gelombang optimisme perdagangan. Saham Dow Jones Industrial Average...

Saham HK Akhiri Pekan ini dengan Keuntungan (Review)

Saham-saham Hong Kong berakhir pada Jumat ini dengan catatan positif, dengan investor mempertahankan optimisme atas prospek menyusul penandatanganan pakta perdagangan China-AS minggu ini yang meredakan ketegangan antara negara-negara adidaya...

Minyak catat penurunan minggu kedua beruntun seiring kekhawatiran permintaan global

Harga minyak stabil pada hari Jumat seiring pertumbuhan ekonomi yang lamban di China, importir minyak mentah terbesar dunia, meningkatkan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar dan melawan optimisme dari penandatanganan kesepakatan dagang...

POPULAR NEWS
Permintaan aset haven berkurang, Emas berakhir lebih rendah
Friday, 17 January 2020 02:11 WIB

Emas berjangka menyerahkan kenaikan sebelumnya untuk berakhir lebih rendah pada hari Kamis, karena beberapa data ekonomi AS yang optimis mengurangi...

Emas Menguat, Tapi Mengalami Minggu Terburuk dalam 2-Bulan
Friday, 17 January 2020 19:32 WIB

Harga emas menguat pada hari Jumat, tetapi masih di jalur untuk membukukan penurunan mingguan terbesar dalam sekitar dua bulan karena data China...

Emas Berada Dijalur Penutupan Tertinggi seiring Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Turun
Thursday, 16 January 2020 20:10 WIB

Emas berjangka pada hari Kamis menuju penutupan tertinggi dalam sekitar satu minggu, memperpanjang kenaikan dari hari Rabu setelah selesainya...

Emas Bertahan di Tengah Kekhawatiran Terkait Kesepakatan Perdagangan AS-China
Thursday, 16 January 2020 16:28 WIB

Harga emas bertahan stabil pada hari Kamis setelah Amerika Serikat dan China menandatangani kesepakatan perdagangan awal, karena para investor...