Tuesday, 26 May 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB | GLOBAL |Global

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya.

Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua lembaga, dan juga memberi pidato publik mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan intelijen.

"Permanent Record" mulai dijual Selasa (17/9). Walaupun Mahkamah Agung memutuskan pada 1980 bahwa pemerintah tidak bisa menghentikan penerbitan dan penjualan buku-buku semacam itu, Amerika bisa menyita semua keuntungan yang sedianya diperoleh Snowden dari buku itu.

Berdasarkan perjanjian mengenai kerahasiaan, Snowden seharusnya memberikan salinannya kepada Badan Intelijen Pusat dan Badan Keamanan Nasional untuk ditinjau sebelum dipublikasikan. Penerbitnya, Macmillan, juga disebut dalam gugatan itu.

"Kemampuan Amerika untuk melindungi informasi keamanan nasional yang sensitif bergantung pada kepatuhan karyawan dan kontraktor dengan perjanjian kerahasiaan mereka," kata Asisten Jaksa Agung, Jody Hunt, Selasa. "Gugatan itu menunjukkan Departemen Kehakiman tidak mentolerir pelanggaran kepercayaan publik ini. Kita tidak akan mengizinkan individu untuk memperkaya diri mereka sendiri dengan mengorbankan Amerika," tambah Hunt.

Snowden melarikan diri ke Rusia pada 2013 setelah membocorkan ribuan dokumen tentang kegiatan mata-mata pemerintah AS dan kegiatan intelijen lainnya.

Dia bereaksi terhadap gugatan dengan serangkaian komentar Twitter, mengatakan, "Saya tidak yakin saya pernah melihat buku yang CIA dan NSA anggap terlalu berbahaya untuk dibaca."

Sumber : VOA News

RELATED NEWS
Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan...
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, y...

Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan...
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu...
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru ...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong...
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'...
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan...

LATEST NEWS
Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres...

Emas mereda seiring reli pada ekuitas; Kesengsaraan Hong Kong batasi kerugian

Emas sedikit lebih rendah pada hari Selasa seiring harapan pemulihan ekonomi mengangkat pasar saham dengan banyak negara mengurangi lockdown yang disebabkan oleh virus korona, meskipun ketegangan China-AS atas Hong Kong membatasi kerugian emas...

Dow berjangka naik lebih dari 500 poin di tengah harapan vaksin coronavirus

Saham berjangka AS diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa pagi untuk memulai minggu liburan pendek, karena optimisme tumbuh tentang vaksin coronavirus yang potensial. Saham Dow Jones Industrial Average berjangka menunjukkan kenaikan pada...

POPULAR NEWS
Emas Jatuh Saat Potensi Stimulus Jepang Tingkatkan Minat Terhadap Aset Berisiko
Monday, 25 May 2020 15:13 WIB

Emas turun pada hari Senin karena ekuitas Jepang naik di tengah berita tentang program stimulus potensial yang mendorong minat risiko investor,...

Emas Turun Seiring Meningkatnya Ketegangan AS-Tiongkok
Monday, 25 May 2020 13:36 WIB

Emas turun di Asia pada Senin pagi, dengan meningkatnya ketegangan AS-Cina yang terus memengaruhi permintaan bahkan untuk aset safe-haven. Emas...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi...

Minyak Turun Seiring Ketegangan AS-China Menambah Ketegangan Ekonomi Global
Monday, 25 May 2020 08:31 WIB

Minyak sedikit lebih rendah karena perang kata-kata yang meningkat antara AS dan China menambah kehati-hatian terhadap prospek pemulihan global...