Friday, 21 February 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump: AS 'Siap Tempur' untuk Balas Serangan Minyak Saudi
Monday, 16 September 2019 17:05 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pasukan AS 'siap tempur' untuk membalas serangan terhadap salah satu ladang minyak terbesar Arab Saudi dan fasilitas minyak mentah terbesar di dunia itu.

"Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya," ujar Trump dalam cuitan di Twitter Minggu malam (15/9). Ia menambahkan ia sedang menunggu informasi dari Saudi tentang siapa yang mereka yakini berada di balik serangan dan "berdasar ketentuan apa kita akan melancarkan serangan."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo berkicau di Twitter. Dalam kicauannya, ia mengatakan, "Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi terhadap pasokan energi dunia." Mereka juga dinilai mengabaikan klaim tanggung jawab pemberontak Houthi, yang didukung Iran dan mengatakan mereka melakukan serangan tersebut dengan menggunakan drone.

Iran menyebut tuduhan bahwa negara itu pelaku serangan sebagai "kebohongan maksimum."

Kemungkinan sasaran Iran untuk Amerika atau Arab Saudi adalah kilang dan fasilitas minyak penting," ujar Ali Shihabi, pendiri the Arabia Foundation, kepada VOA.

Shihabi mengatakan, terlepas dari tweet Trump, ini bukan tentang Riyadh yang "memutuskan", bahwa tindakan apa pun yang dilakukan Saudi "sebagai pembalasan di seluruh Teluk akan memaparkan pasukan dan fasilitas AS ke serangan Iran, sehingga harus berkoordinasi dengan AS"

Sarjana Institut Studi Internasional Middlebury Jeffrey Lewis mengatakan Trump menyerahkan keputusan kepada Saudi.

Lewis, penerbit pendiri blog Arms Control Wonk, mengatakan kepada VOA presiden AS "jelas meninggalkan dirinya sendiri" - sehingga ia dapat menyatakan bahwa ia "ingin membalas, tetapi orang Saudilah yang mengatakan tidak." Lewis menambahkan bahwa Trump "suka berbicara keras dan saya tidak bisa mengesampingkan sesuatu yang simbolis, tapi saya tidak berpikir dia punya keinginan untuk memulai perang."

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona...
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE...
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperb...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona...
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementer...

Korsel Laporkan 15 Kasus Baru Virus Korona...
Thursday, 20 February 2020 10:05 WIB

Korea Selatan, Rabu (19/2), melaporkan 15 kasus baru virus korona, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya wabah penyakit itu di negara tersebut. Hingga saat ini, ada 46 war...

Erdogan Mengkritik Gerakan UE untuk Melaksanakan Embargo Senjata Libya...
Wednesday, 19 February 2020 23:54 WIB

Presiden Turki, Rabu, mengkritik keputusan Uni Eropa untuk meluncurkan upaya maritim yang difokuskan pada penegakan embargo senjata AS di sekitar Libya, menuduh negara-negara Eropa yang menyetujui ope...

LATEST NEWS
Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari. Pusat Pengawasan dan...

Emas Stabil Dekat Tertingginya 7-Tahun Seiring Kekhawatiran Terhadap Virus

Harga emas bertahan stabil di dekat tertinggi tujuh tahun pada hari Jumat karena investor ragu memilih untuk aset safe haven di tengah kekhawatiran tentang kerusakan ekonomi dari epidemi virus korona China yang melampaui upaya stimulus...

Penyebaran Virus Korona Di Luar Cina Tingkatkan Kekhawatiran Permintaan, Harga Minyak Turun

Harga minyak jatuh pada hari Jumat dengan kekhawatiran untuk permintaan bahan bakar tumbuh terkait epidemi virus Korona yang berasal dari Cina menyebar lebih jauh ke luar negeri, sementara produsen minyak mentah utama bertahan dalam mengambil...

POPULAR NEWS
Emas berjangka catat kenaikan beruntun sesi kelima
Thursday, 20 February 2020 01:49 WIB

Emas berjangka naik pada hari Rabu untuk sesi kelima berturut-turut, menandai penyelesaian lain pada level tertinggi sejak Maret 2013, dengan...

Emas berjangka menandai penyelesaian tertinggi sejak Maret 2013
Wednesday, 19 February 2020 01:51 WIB

Emas berjangka menguat pada hari Selasa untuk mencatatkan penutupan tertinggi sejak akhir Maret 2013, dengan analis menghubungkan kenaikan dengan...

Emas berjangka catat penyelesaian tertinggi dalam 7 tahun
Friday, 21 February 2020 01:51 WIB

Emas berjangka naik untuk sesi keenam secara beruntun pada Kamis ini serta mencatatkan penyelesaian tertingginya sejak Februari 2013. "Kekhawatiran...

Emas Naik Ke Tertinggi 2-Minggu seiring Coronavirus Memperburuk Ekonomi Global
Tuesday, 18 February 2020 20:35 WIB

Emas naik ke tertinggi dua minggu pada hari Selasa karena investor mencari tempat yang aman setelah peringatan pendapatan dari pembuat iPhone Apple...