Tuesday, 26 May 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
China akan Hapus Tarif Terhadap Kedelai dan Produk Pertanian AS Lainnya
Saturday, 14 September 2019 02:18 WIB | GLOBAL |Global

China menyatakan akan mencabut tarif terhadap kedelai, daging babi dan beberapa produk pertanian Amerika lainnya. Ini merupakan isyarat lain meredanya ketegangan antara kedua negara, menjelang pembicaraan perdagangan yang dijadwalkan untuk bulan depan.

Pengumuman yang dilansir kantor berita China Xinhua, Jumat (13/9) itu merupakan yang terbaru dari serangkaian sikap berdamai belakangan ini, yang ditunjukkan kedua ekonomi terbesar dunia itu untuk mengendalikan perang dagang mereka yang masih terus berlangsung.

Hari Kamis (12/9), juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan China sedang mempertimbangkan pembelian produk-produk pertanian Amerika seperti daging babi dan kedelai.

Gao juga menyatakan harapan kedua pihak akan terus menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pembicaraan perdagangan mendatang di Washington.

China sebelumnya memberlakukan tarif 25 persen terhadap produk-produk pertanian Amerika dan memerintahkan para importirnya agar berhenti membeli kedelai, produk ekspor terbesar Amerika ke China. Beijing, Jumat (13/9) tidak menunjukkan indikasi apakah pembelian kedelai itu akan dimulai kembali.

Tarif yang diberlakukan Beijing itu merupakan tanggapan atas kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Donald Trump terhadap produk-produk China.

Namun pada Rabu lalu, Trump mengumumkan ia menangguhkan tarif terhadap produk-produk China senilai 250 miliar dolar dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober.

Melalui Twitter ia mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah meminta penangguhan itu karena perayaan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan...
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu...
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru ...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong...
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'...
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan...

Jepang Cabut Situasi Darurat di 3 Prefektur...
Friday, 22 May 2020 23:54 WIB

Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sek...

LATEST NEWS
Emas mereda seiring reli pada ekuitas; Kesengsaraan Hong Kong batasi kerugian

Emas sedikit lebih rendah pada hari Selasa seiring harapan pemulihan ekonomi mengangkat pasar saham dengan banyak negara mengurangi lockdown yang disebabkan oleh virus korona, meskipun ketegangan China-AS atas Hong Kong membatasi kerugian emas...

Dow berjangka naik lebih dari 500 poin di tengah harapan vaksin coronavirus

Saham berjangka AS diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa pagi untuk memulai minggu liburan pendek, karena optimisme tumbuh tentang vaksin coronavirus yang potensial. Saham Dow Jones Industrial Average berjangka menunjukkan kenaikan pada...

Saham Hong Kong berakhir naik tajam

Saham Hong Kong menguat pada Selasa karena kekhawatiran atas undang-undang keamanan Cina yang kontroversial yang diusulkan untuk kota itu dibayangi oleh harapan untuk ekonomi global karena pemerintah terus mengurangi pembatasan lockdown. Indeks...

POPULAR NEWS
Emas Jatuh Saat Potensi Stimulus Jepang Tingkatkan Minat Terhadap Aset Berisiko
Monday, 25 May 2020 15:13 WIB

Emas turun pada hari Senin karena ekuitas Jepang naik di tengah berita tentang program stimulus potensial yang mendorong minat risiko investor,...

Emas Turun Seiring Meningkatnya Ketegangan AS-Tiongkok
Monday, 25 May 2020 13:36 WIB

Emas turun di Asia pada Senin pagi, dengan meningkatnya ketegangan AS-Cina yang terus memengaruhi permintaan bahkan untuk aset safe-haven. Emas...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi...

Minyak Turun Seiring Ketegangan AS-China Menambah Ketegangan Ekonomi Global
Monday, 25 May 2020 08:31 WIB

Minyak sedikit lebih rendah karena perang kata-kata yang meningkat antara AS dan China menambah kehati-hatian terhadap prospek pemulihan global...