Wednesday, 15 July 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Perjanjian Damai Hampir Tercapai, Taliban Serang Kabul
Tuesday, 3 September 2019 13:09 WIB | GLOBAL |GlobalTaliban

Taliban mengklaim bertanggung jawab atas sebuah ledakan di Kabul pada Senin (2/9) malam, hanya beberapa jam setelah seorang perunding Amerika Serikat (AS) berbagi informasi dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengenai "rincian penting" kesepakatan yang akan membuat ribuan tentara Amerika meninggalkan Afghanistan.

Ledakan di kompleks Green Village, yang menampung organisasi internasional dan wisma tamu, menewaskan sekurangnya lima orang dan melukai 50 lainnya, kata juru bicara Kementrian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahmi. Jumlah korban diperkirakan akan meningkat karena sejumlah rumah hancur.

Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan telah mencapai kerangka rancangan perjanjian dengan Taliban yang akan mewajibkan pasukan Amerika mengosongkan lima pangkalan militer di Afghanistan dalam waktu 135 hari sejak penandatanganan dokumen.

Ketua perunding AS Zalmay Khalilzad menyampaikan komentar itu ketika berbicara kepada saluran televisi swasta terbesar Afghanistan TOLOnews. Ia mengatakan 5.000 tentara akan mundur dari pangkalan-pangkalan itu. Saat ini, 14.000 tentara AS dikerahkan ke Afghanistan dan ada tujuh pangkalan yang dikelola AS di negara itu.

"Kita pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan namun belum final sampai presiden Amerika menyetujuinya," kata Khalilzad menekankan.

Ia menjelaskan Washington menyewa pangkalan dari pemerintah Afghanistan dan kekerasan akan berkurang secara signifikan di daerah-daerah di mana pasukan Amerika menarik diri.

RELATED NEWS
China Menuduh AS Menabur Perselisihan di Laut Cina Selatan...
Tuesday, 14 July 2020 23:41 WIB

Penolakan pemerintahan Trump terhadap klaim China yang luas atas sebagian besar Laut Cina Selatan muncul di Asia sebagai langkah politik tahun pemilihan, dengan beberapa orang menyerukan ketenangan di...

Lebih dari 600 ribu Warga Hong Kong Berikan Suara dalam Pemilihan Oposisi...
Tuesday, 14 July 2020 18:28 WIB

Lebih dari 600.000 warga Hong Kong memberikan suara mereka dalam pemilihan pendahuluan kelompok-kelompok demokrasi akhir pekan ini. Jumlah pemilih yang berpartisipasi kali ini melebihi jumlah yang dih...

WHO Peringatkan Kehidupan "Tak Akan Kembali Normal" Pasca Pandemi...
Tuesday, 14 July 2020 10:16 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Senin (13/7) memperingatkan bahwa kehidupan "tidak akan kembali normal seperti sebelumnya untuk jangka waktu yang lama" sementara kasus COVID-19 meningkat di seluruh...

China Umumkan Sanksi Terhadap Anggota Parlemen AS terkait Masalah Uighur...
Tuesday, 14 July 2020 00:07 WIB

China telah menjatuhkan sanksi pada tiga anggota parlemen AS sebagai pembalasan atas sanksi administrasi Trump yang dikenakan atas perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur di provinsi Xinjiang. Juru ...

Florida: Lebih dari 15.000 Kasus dalam Satu Hari...
Monday, 13 July 2020 09:48 WIB

Negara bagian Florida mencatat rekor baru ketika melaporkan lebih dari 15.000 kasus virus corona hari Sabtu saja (11/7). Sejauh ini jumlah tersebut mengalahkan rekor peningkatan infeksi baru di satu n...

LATEST NEWS
Emas Bertahan di Atas $1.800 Seiring Perak Berjangka Naik

Emas menahan kenaikan dua harinya di atas $1.800 per ons karena investor menelusuri ketegangan antara AS dan China serta kemajuan dalam pengembangan vaksin virus corona, serta prospek yang bervariasi untuk ekonomi global. Perak berjangka mendekati...

Minyak Menuju Tertinggi Empat Bulan karena Menyusutnya Stok AS

Minyak naik menuju level tertinggi empat bulan setelah sebuah laporan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS dan tanda-tanda bahwa pasokan tambahan dari OPEC + bulan depan tidak akan sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Minyak berjangka di...

Saham Tokyo Dibuka Menguat Rabu Ini

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada Rabu, memperpanjang reli di Wall Street di tengah harapan pemulihan ekonomi serta kemajuan dalam perawatan virus corona. Indeks acuan Nikkei 225 naik 1,01 persen atau 228,24 poin pada 22.815,25 pada awal...

POPULAR NEWS
Analis: 'Rekor Tertinggi dalam Bidikan': Emas di Jalur $ 1.800 Minggu Ini
Monday, 13 July 2020 15:47 WIB

Emas reli untuk minggu kelima berturut-turut dan tren bullish menargetkan rekor tertinggi tahun 2011 dalam dolar AS, menurut analis. Pada saat...

Emas Berjangka Membukukan Kenaikan Pertama dalam 3-Sesi
Tuesday, 14 July 2020 00:51 WIB

Emas berjangka naik pada hari Senin untuk membukukan kenaikan pertama mereka dalam tiga sesi, bergerak kembali ke level hampir sembilan tahun...

Emas Ditransaksikan Stabil Terkait Peningkatan Virus & Ekuitas
Monday, 13 July 2020 08:25 WIB

Emas stabil di perdagangan Asia karena investor mengkaji perkembangan virus di Amerika Serikat di tengah ekspektasi ekuitas Asia yang akan dibuka...

Emas Stabil di Tengah Ketegangan AS-China, Peringatan WHO
Tuesday, 14 July 2020 09:31 WIB

Emas spot stabil terkait ketegangan baru antara AS dan China yang kali ini berselisih atas klaim teritorial, dan gejolak ekonomi yang disebabkan...