Saturday, 22 February 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Thursday, 22 August 2019 23:24 WIB | GLOBAL |Global

Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

Kantor istana presiden Korea Selatan, Gedung Biru, menyatakan hari Kamis (22/8), melanjutkan perjanjian yang ditandatangani untuk saling berbagi informasi militer yang sensitif tidak lagi menjadi kepentingan nasional negara itu. Seoul akan memberitahu Tokyo mengenai keputusannya sebelum tenggat hari Sabtu untuk memperbarui Perjanjian Keamanan Umum mengenai Informasi Militer (GISOMIA), sebut pernyataan itu.

Keputusan untuk keluar dari perjanjian itu memperburuk ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang, yang terlibat dalam perselisihan yang berakar pada penggunaan tenaga kerja paksa oleh Jepang pada masa pendudukannya terhadap Korea. Langkah itu juga mengancam akan mengubah lebih jauh kerjasama keamanan mengenai prioritas Amerika seperti Korea Utara dan China.

Dalam mengumumkan keputusannya, Korea Selatan menyebut keputusan Jepang baru-baru ini untuk mengeluarkan Seoul dari daftar mitra dagang terpercayanya. Disebutkan pula bahwa langkah itu diambil Jepang œtanpa memberi alasan jelas dan telah menyebabkan œperubahan besar dalam kerjasama keamanan antara kedua negara.

Dampak langsung penarikan keluar dari perjanjian itu tidak jelas, karena perjanjian itu baru ditandatangani pada November 2016.

œSaya berharap tidak ada dampak terhadap kebijakan, tetapi akan ada impan terhadap kerjasama militer dan intelijen, kata David Maxwell, mantan anggota pasukan khusus Amerika di Angkatan Darat amerika, yang berdinas di Korea Selatan. œInformasi akan dibagi melalui perantara Amerika, kecuali jika Korea Selatan atau Jepang membuat situasi memburuk dengan menambahkan sejumlah peringatan seperti informasi yang mereka berikan tidak dapat dibagi ke pihak ketiga.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha mengatakan "keputusan untuk mundur dari GISOMIA merupakan isu terpisah dari aliansi Korea Selatan-Amerika, sebut kantor berita Korea Selatan Yonhap. Keputusan itu, kata Kang, diambil karena ada œmasalah kepercayaan antara Seoul dan Tokyo, lapor Yonhap.

Tetapi langkah itu tidak dapat dipisahkan dari aliansi Seoul dengan Washington, tegas Maxwell, yang kini bergabung dengan lembaga Foundation for Defense of Democracies yang berbasis di Washington. œIni merusak keamanan nasional ketiga negara, meskipun Korea Selatan yang paling menderita, jelasnya.

Militer AS tidak menanggapi langsung permintaan berkomentar dari VOA.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman...
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi ...
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona...
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali...

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE...
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperb...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona...
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementer...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)

Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

Saham AS berakhir turun seiring kekhawatiran penyebaran virus corona

Saham AS berakhir lebih rendah pada Jumat, indeks utama menuju kerugian mingguan. Analis mengaitkan kelemahan dengan kekhawatiran tentang penyebaran COVID-19 di luar Cina dan dampak potensial pada pertumbuhan ekonomi global dan rantai...

Minyak berjangka berakhir lebih rendah untuk sesi, tetapi naik untuk pekan ini

Minyak berjangka jatuh pada Jumat ini, tertekan oleh kemungkinan ganguan aliansi minyak antara Arab Saudi dan Rusia, karena pasar terus khawatir bahwa penyebaran COVID-19 akan memperlambat permintaan energi. Arab Saudi sedang mempertimbangkan...

POPULAR NEWS
Emas berjangka catat kenaikan beruntun sesi kelima
Thursday, 20 February 2020 01:49 WIB

Emas berjangka naik pada hari Rabu untuk sesi kelima berturut-turut, menandai penyelesaian lain pada level tertinggi sejak Maret 2013, dengan...

Emas berjangka catat penyelesaian tertinggi dalam 7 tahun
Friday, 21 February 2020 01:51 WIB

Emas berjangka naik untuk sesi keenam secara beruntun pada Kamis ini serta mencatatkan penyelesaian tertingginya sejak Februari 2013. "Kekhawatiran...

Emas Dekati Tertinggi 7-Tahun pasca Dampak Virus Terhadap Ekonomi
Wednesday, 19 February 2020 19:55 WIB

Emas naik menuju tertinggi tujuh tahun pada hari Rabu karena kekhawatiran atas dampak ekonomi global dari wabah coronavirus meningkatkan minat...

Emas Sentuh Tertingginya 7-Tahun Terkait Kekhawatiran Virus Terhadap Pertumbuhan Global
Thursday, 20 February 2020 08:20 WIB

Emas diperdagangkan mendekati level tertingginya tujuh tahun di tengah kekhawatiran bahwa wabah virus Korona akan menghambat pertumbuhan global,...