Thursday, 21 November 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan
Monday, 15 July 2019 17:22 WIB | GLOBAL |Global

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres.

Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beraliran progresif, memberi tahu mereka agar "kembali" dan membantu negara-negara "sarat kejahatan" darimana mereka berasal.

Dari empat anggota Kongres yang tampaknya menjadi sasaran, hanya satu anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar asal Somalia lahir di luar AS. Tiga lainnya adalah penduduk asli Amerika: Ayana Pressley yang merupakan wakil dari Massachusetts, lahir di Cincinnati, Ohio, Alexandria. Ocasio-Cortez adalah penduduk asli New York (dan mewakili bagian timur Bronx dan sebagian utara-tengah Queens dan Rashid Tlaib, dari Michigan, lahir di Detroit.

Gedung Putih belum menanggapi permintaan VOA mengenai apakah sebelum mengirim tweet, presiden mengetahui tiga dari empat anggota Kongres itu lahir di Amerika.

Pihak Progresif sebelumnya bentrok dengan Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi karena kebijakan imigrasi dan masalah lainnya. Perselisihan ini dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian Trump, bahkan membuatnya memberi dukungan publik yang langka bagi Pelosi setidaknya menyangkut usaha Pelosi mengendalikan keempat anggota Kongres yang baru terpilih itu.

Kicauan Trump mengenai anggota minoritas perempuan pemula di Kongres, yang dikenal sebagai "squad' atau pasukan itu, 'muncul sekitar 20 menit setelah sebuah segmen mengenai mereka di Fox News Channel.

Presiden Trump sering bereaksi cepat di media sosial mengenai apa yang disaksikannya di jaringan telebvisi Fox. Omar, khususnya, sering menjadi topik liputan kritis pada saluran televisi kabel itu sebagian karena sering mengecam Israel dan komentar-komentar yang dianggap anti-Yahudi.

Omar dan Tlaib adalah dua perempuan Muslim pertama yang bertugas di Kongres. Banyak pengguna sosial media mengecam tweet Trump yang bahkan oleh norma-norma provokatifnya dipandang melanggar batas baru.

Di antara para pengecam yang paling menonjol adalah Pelosi, yang menyebut pernyataan Trump sebagai xenophobia, "untuk memecah belah bangsa kita" dan "menegaskan kembali rencananya untuk Membuat Amerika Jaya Lagi ' sebenarnya mengenai membuat Amerika putih kembali."

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Iran Masih Blokir Internet, Ekonomi Memburuk...
Thursday, 21 November 2019 17:59 WIB

Organisasi pemantau Internet berbasis di London, NetBlocks, Kamis (21/11) pagi mengunggah cuitan di Iran, mengatakan "penutupan internet hampir sepenuhnya" telah melampaui 100 jam sejak dimulai pada S...

Trump Mempertimbangkan Apakah Apple Harus Dibebaskan Dari Tarif Cina...
Thursday, 21 November 2019 10:59 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu setelah berkeliling pabrik yang merakit komputer Apple Inc bahwa ia sedang mempertimbangkan apakah akan membebaskan perusahaan AS dari tarif impor impor...

Senat AS Sahkan RUU untuk Dukung HAM di Hong Kong...
Wednesday, 20 November 2019 23:58 WIB

Senat Amerika dengan mudah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) mendukung hak asasi di Hong Kong, kota semi-otonomi China, yang beberapa bulan ini dilanda kerusuhan, sering kali diiringi kekerasan...

Swedia Batalkan Penyelidikan Perkosaan Terhadap Assange Pendiri WikiLeaks...
Wednesday, 20 November 2019 18:57 WIB

Jaksa Swedia telah membatalkan penyelidikan pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Penyelidikan dimulai pada tahun 2010 ketika seorang wanita Swedia menuduhnya melakukan hubungan sek...

Parlemen India Membahas Bahaya Udara Beracun...
Wednesday, 20 November 2019 10:48 WIB

Parlemen India pada hari Selasa memperdebatkan udara beracun yang mengancam kehidupan 48 juta orang di wilayah ibu kota, dengan para pemimpin oposisi menuntut pembentukan panel parlemen untuk memperba...

LATEST NEWS
Minyak turun terkait kebuntuan perang perdagangan AS-China

Harga minyak naik tipis pada Kamis ini karena ketegangan baru antara Amerika Serikat dan China atas protes di Hong Kong memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan antara dua ekonomi utama dunia tersebut mungkin akan...

Iran Masih Blokir Internet, Ekonomi Memburuk

Organisasi pemantau Internet berbasis di London, NetBlocks, Kamis (21/11) pagi mengunggah cuitan di Iran, mengatakan "penutupan internet hampir sepenuhnya" telah melampaui 100 jam sejak dimulai pada Sabtu (16/11) malam. "Hak digital adalah hak...

Saham berjangka AS pangkas penurunan pasca kesepakatan perdagangan

Saham berjangka tergelincir pada Kamis ini, tetapi memangkas penurunan yang lebih besar setelah wakil perdana menteri China, Liu He, dilaporkan mengatakan, dia "sangat optimis" mengenai pertemuan perdagangan fase 1 awal dengan AS. Saham Dow Jones...

POPULAR NEWS
Emas Menguat Terkait Kekhawatiran Tiongkok Terhadap Pendakwaan Trump
Tuesday, 19 November 2019 03:44 WIB

Emas kembali ke jalur untuk menjadi lindung nilai terhadap perang perdagangan pada hari Senin setelah pembicaraan tentang kekhawatiran Beijing atas...

Emas Pertahankan Kestabilan Seiring Trump Memperingatkan China atas Kesepakatan Perdagangan
Wednesday, 20 November 2019 03:42 WIB

Presiden Donald Trump memperingatkan China untuk menandatangani garis putus-putus pada 15 Desember mendatang dan pasar emas mendengarkan lebih dari...

Harga Emas Menetap Sedikit Lebih Rendah, Setelah Risalah Pertemuan Fed
Thursday, 21 November 2019 02:24 WIB

Harga emas melepaskan sebagian besar kerugian mereka pada hari Rabu untuk menyelesaikan hanya sedikit lebih rendah, mendapatkan dukungan setelah...

Emas Tahan Gain Seiring Keraguan Perdagangan, Pertemuan Powell-Trump
Tuesday, 19 November 2019 09:27 WIB

Emas tahan kenaikan karena investor terus menunggu tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China di tengah keraguan yang masih ada bahwa...