Tuesday, 23 July 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump: AS "Tak Ingin Perang" dengan Iran
Monday, 24 June 2019 19:44 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan œtidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar.

Dalam program œMeet the Press di stasiun televisi NBC, Trump mengatakan jika Amerika ingin berperang dengan Iran, œini akan menjadi kehancuran yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

œTetapi, tambahnya, œsaya tidak ingin melakukan hal itu.

Pemimpin Amerika itu mengatakan œmereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Jika ingin bicara tentang itu, bagus. Jika tidak, mereka bisa hidup dalam kondisi ekonomi yang hancur untuk waktu lama.

Pernyataan Trump, yang direkam hari Jumat (21/6), diudarakan setelah hari Sabtu (22/6) ia “ tanpa merinci apapun “ mengumumkan berencana memberlakukan sanksi-sanksi œbesar yang baru terhadap Iran hari Senin ini (24/6). Trump mengatakan sanksi akan dijatuhkan begitu negara itu menjadi œproduktif dan makmur lagi.

Dua pejabat penting lainnya, yaitu Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Wakil Presiden Mike Pence, juga mengeluarkan peringatan baru terhadap Iran tentang keputusan Trump pada saat-saat terakhir untuk tidak melakukan pembalasan secara militer terhadap serangan atas pesawat nirawak Amerika di dekat Selat Hormuz hari Kamis (20/6). Keputusan Trump ini seharusnya tidak dipandang sebagai tanda œkelemahan.

œBaik Iran maupun aktor-aktor jahat lain seharusnya tidak salah menilai kehati-hatian dan kebijaksanaan Amerika sebagai suatu kelemahan, ujar Bolton di Yerusalem, menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sementara Mike Pence mengatakan kepada jaringan televisi CNN, œIran seharusnya tidak menilai sikap menahan diri ini sebagai tekad yang kurang. Ini adalah presiden yang mengharapkan yang terbaik bagi rakyat Iran, tetapi kami akan bertahan atas provokasi mereka.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel...
Tuesday, 23 July 2019 08:20 WIB

Huawei Technologies, perusahaan teknologi raksasa China yang terjerat dalam sengketa dagang antara Beijing dan Amerika, secara diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkabel komersial dala...

Pemerintah Baru untuk Spanyol Bergantung pada Kesepakatan Akhir oleh Rival...
Tuesday, 23 July 2019 01:04 WIB

Perdana menteri sementara Spanyol mengakui dalam banding pertamanya ke parlemen Senin untuk memenangkan dukungannya untuk membentuk pemerintah bahwa ia masih kekurangan suara kunci untuk mendapatkan d...

Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Demonstran...
Monday, 22 July 2019 17:11 WIB

Polisi Hong Kong hari Minggu (21/7) malam menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa pro-demokrasi yang kembali memenuhi jalan-jalan di wilayah itu. Puluhan ribu orang dilaporkan berdem...

Iran Sita Tanker Minyak Inggris, Ketegangan Global Memuncak...
Monday, 22 July 2019 09:59 WIB

Ketegangan global terus meningkat pasca penyitaan kapal minyak berbendera Inggris oleh Iran di Selat Hormuz. Inggris mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, sementara Republik Islam itu berkeras pe...

China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran...
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya. Tek...

LATEST NEWS
Investor Menunggu Laporan Penghasilan, Saham Tokyo Naik

Saham Jepang naik tipis pada Selasa pagi, dengan sektor semikonduktor memimpin kenaikan, mengikuti pergerakan Wall Street, meskipun perdagangan tetap sepi menjelang musim pendapatan domestik untuk kuartal April-Juni. Rata-rata Indeks acuan...

Emas Melemah Seiring Penurunan Perak Dari Level Tertingginya 13 Bulan

Emas melemah setelah anggota parlemen AS menyetujui kesepakatan batas utang, meningkatkan minat investor untuk aset berisiko. Perak turun dari dekat level tertingginya sejak Juni 2018. Spot emas melemah 0,4% menjadi $ 1,418.60 per ons pada jam...

Hong Kong: Saham Sedikit Menguat Pada Pembukaan

Saham-saham Hong Kong dimulai pada hari Selasa dengan keuntungan kecil setelah kerugian besar hari sebelumnya, dengan semua mata tertuju pada musim pendapatan perusahaan yang berada pada ayunan penuh di Amerika Serikat. Indeks Hang Seng naik tipis...

POPULAR NEWS
Emas catat Gain, Perak ditutup pada level 13-bulan tertingginya
Tuesday, 23 July 2019 02:19 WIB

Perak berjangka ditutup di level 13-bulan tertingginya pada Senin, melampaui gain pada emas, yang hanya naik tipis. Meningkatnya kekhawatiran...

Harga Emas Naik Terkait Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Monday, 22 July 2019 13:11 WIB

Harga emas naik pada hari Senin di Asia setelah mendapatkan kenaikan minggu kedua berturut-turut karena para pedagang mengharapkan penurunan suku...

Emas berjuang mencari arah setelah mencapai level tertinggi 6-tahun
Monday, 22 July 2019 19:47 WIB

Emas berjangka melayang hampir tidak berubah pada Senin ini, dalam mode konsolidasi setelah mencapai tertinggi enam tahun pekan lalu tetapi didukung...

Emas Turun Dari Tertingginya 6-Tahun Seiring Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Monday, 22 July 2019 09:47 WIB

Harga emas bergerak lebih rendah pada hari Senin, memperpanjang kerugian setelah logam ini mencapai level tertingginya enam tahun pada hari Jumat,...