Sunday, 17 November 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
India Naikkan Tarif Impor atas 28 Produk Amerika
Monday, 17 June 2019 17:15 WIB | GLOBAL |Global

India telah menaikkan tarif impor atas 28 jenis barang buatan Amerika, dalam sengketa dagang antara kedua negara yang terus meningkat. Tindakan balasan itu dilancarkan beberapa hari setelah Amerika mencabut India dari daftar negara yang diberi akses khusus untuk mengekspor barangnya ke Amerika.

œIndia telah membuka kartunya di atas meja, kata pakar perdagangan India Biswajit Dhar dari Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi.

œPemerintah Amerika telah menaikkan taruhannya dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut. Karena itu India terpaksa membalas, tambahnya.

Sengketa perdagangan itu meningkat menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke India bulan ini. Pompeo telah mendesak India supaya memberikan akses pasar lebih luas kepada perusahaan Amerika dan sekaligus menurunkan hambatan-hambatan perdagangan.

Para pakar khawatir ketegangan yang meningkat ini akan berdampak pada kemitraan strategis Amerika-India yang ditujukan untuk melawan pengaruh China yang terus bertambah kuat di kawasan itu.

Barang-barang Amerika yang dikenai tarif impor lebih tinggi itu mulai hari Minggu termasuk kacang almond, apel, kenari dan buncis, dan juga sejumlah produk yang menggunakan baja tahan karat. India adalah pengimpor terbesar kacang almond dan pembeli terbesar kedua apel Amerika. Tarif yang dikenakan India itu akan berdampak pada barang-barang buatan Amerika bernilai 240 juta dollar.

Kenaikan tarif India itu diumumkan setahun lalu untuk membalas kenaikan tarif oleh Amerika atas baja dan aluminium, tapi ditunda pelaksanaannya beberapa kali sambil kedua pihak berusaha memperkecil perbedaan antara mereka.

Tapi India mengumumkan tarif impornya permulaan bulan ini setelah Amerika mencabut India dari daftar negara berkembang yang diberi akses khusus ke pasar Amerika. Kata Amerika, kelonggaran tarif itu dicabut karena India tidak memberi peluang cukup bagi barang buatannya masuk ke pasar India. Tarif itu akan berdampak pada impor India yang bernilai 5,6 milyar dollar dari Amerika.

Kementrian perdagangan India menyebut keputusan Amerika itu œdisayangkan.

Presiden Donald Trump telah berulang kali menyebut India sebagai salah satu negara yang menjalankan praktek dagang tidak adil terhadap Amerika, dan minta India supaya membereskan ketimpangan perdagangan bilateral berjumlah 142-milyar dollar yang menguntungkan India sekitar 30 milyar dollar.

Pemerintah Amerika juga khawatir akan peraturan baru India yang katanya berdampak pada perusahaan e-commerce Amerika seperti Amazon dan Walmart di India.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Demonstran Mulai Tinggalkan Universitas Hong Kong...
Friday, 15 November 2019 23:26 WIB

Para demonstran yang sebelumnya membarikade diri mereka di sebuah universitas Hong Kong pekan ini mulai meninggalkan lokasi protes itu, Jumat (15/11). Belum diketahui pasti mengapa para demonstran di...

Komite Hak Asasi PBB Kutuk Pelanggaran HAM di Korea Utara...
Friday, 15 November 2019 18:00 WIB

Komite Hak Asasi PBB, Kamis (14/11), menyetujui satu resolusi yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia HAM di Korea Utara yang mungkin dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Keputu...

Korut Katakan AS Tawarkan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir Desember...
Friday, 15 November 2019 13:42 WIB

Korea Utara, Kamis (14/11), mengatakan, AS telah mengusulkan dilanjutkannya kembali pembicaraan nuklir yang mengalami kebuntuan pada bulan Desember, sementara kedua negara semakin mendekati tenggat wa...

Korut Keluarkan Peringatan Terkait Latihan Militer AS-Korsel...
Thursday, 14 November 2019 23:30 WIB

Korea Utara memperkuat tuntutannya hari Rabu (13/11) supaya Amerika membuka hubungan normal dengan negara itu menjelang akhir tahun ini, karena Korea Utara sudah œkehilangan kesabaran. Badan pem...

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan...
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turk...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong Ditutup Mendatar, Mengakhiri Pekan Yang Sulit (Review)

Bursa Hong Kong ditutup hampir tidak bergerak pada hari Jumat, mengakhiri pekan yang kacau karena melihat kota itu dilumpuhkan oleh protes keras, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Hang Seng naik tipis 2,97 poin ke level...

Harapan Perdagangan Mendorong Wall Street ke Rekor Baru; Sektor Kesehatan Naik

Indeks saham utama Wall Street ditutup pada rekor level terbaru pada hari Jumat, dipicu oleh optimisme segar atas potensi ketegangan perdagangan AS-China yang menenangkan dan oleh kenaikan besar dalam saham perusahaan kesehatan. Dow Jones...

Minyak naik 1,7%, mengabaikan kekhawatiran meningkatnya pasokan

Minyak berjangka naik hampir 2% pada hari Jumat seiring komentar dari pejabat tinggi AS terkait meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China, tetapi kekhawatiran tentang peningkatan pasokan minyak mentah membatasi harga. Minyak...

POPULAR NEWS
Emas Berakhir dengan Gain seiring Melemahnya Imbal Hasil Treasury
Friday, 15 November 2019 02:06 WIB

Emas berjangka ditutup dengan lebih tinggi pada hari Kamis, membangun keuntungan dari hari sebelumnya karena pelemahan dalam indeks saham patokan...

Emas Pangkas Gain Mingguan pasca Komentar Kudlow terkait Kesepakatan
Friday, 15 November 2019 09:31 WIB

Emas menurun, memangkas kenaikan mingguan keempat untuk kali kelima, setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengisyaratkan kemajuan...

Emas Kembali Naik Seiring Penurunan Imbal Hasil Keuangan
Thursday, 14 November 2019 21:02 WIB

Emas berjangka sedikit lebih tinggi pada hari Kamis, mendapatkan dukungan karena imbal hasil utang pemerintah terus menurun, mengurangi biaya...

Emas Naik Di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan, Ketidakpastian Perdagangan
Thursday, 14 November 2019 17:34 WIB

Emas naik untuk hari ketiga karena para investor kembali ke tempat berlindung di tengah data ekonomi yang suram dari Asia dan ketidakpastian...