Tuesday, 25 June 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Japan Times Meminta Maaf untuk 'Gejolak' Seputar Referensi Perang Dunia II
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB | GLOBAL |Global

The Japan Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang mengubah uraiannya tentang œwanita penghibur dan pekerja paksa tahun lalu, meminta maaf kepada stafnya bulan lalu, tetapi mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang menemukan informasi rahasia bocor.

Dalam catatan lima kalimat yang diterbitkan November lalu, surat kabar itu mengatakan akan merujuk pada pekerja Korea hanya sebagai "pekerja masa perang" dan akan menggambarkan perempuan penghibur sebagai "perempuan yang bekerja di rumah bordil masa perang, termasuk mereka yang melakukannya atas kehendak mereka."

Langkah pembaca terpolarisasi. Beberapa melihatnya sebagai upaya untuk menghapuskan sejarah masa perang Jepang, sementara yang lain merayakan langkah ini sebagai cara untuk memperbaiki salah tafsir asing.

Dalam sebuah email yang dikirim ke staf surat kabar pada tanggal 28 Februari, presiden Japan Times Takeharu Tsutsumi meminta maaf karena menyebabkan "kekacauan." Sumber Japan Times berbagi email dengan Reuters; itu diverifikasi oleh beberapa karyawan lain di koran.

Presiden menjelaskan bahwa tujuan dari perubahan gaya adalah untuk "memungkinkan kita melaporkan masalah kontroversial secara adil dan netral," dan membantah bahwa makalah itu telah mengubah pandangan politiknya. (Tgh)

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Facebook akan Dukung Regulasi untuk Atasi Permasalahan Internet...
Monday, 24 June 2019 23:36 WIB

Seorang Eksekutif Senior Facebook mengemukakan situs media sosial itu mendukung peraturan untuk mengatasi beberapa masalah internet. Nick Clegg, mantan pemimpin Partai Demokrat Liberal Inggris yang s...

Trump: AS "Tak Ingin Perang" dengan Iran...
Monday, 24 June 2019 19:44 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan œtidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran...

Kim Jong Un Memuji Isi Surat Pribadi dari Trump...
Monday, 24 June 2019 13:46 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menerima surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump dan dia sedang mempertimbangkan isinya, media pemerintah Korea Utara melaporkan hari Minggu (23/6). Kantor Berita...

Pertemuan Pyongyang dipandang sebagai pendukung Xi jelang pembicaraan dengan Trump...
Friday, 21 June 2019 23:37 WIB

Kunjungan kenegaraan dua hari Presiden Cina Xi Jinping ke Korea Utara tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih baik bagi kedua negara, kata para analis. Untuk Pyongyang, ini bisa membantu membuka j...

AS-Iran Semakin Dekat ke Perang...
Friday, 21 June 2019 18:25 WIB

Ketegangan antara Amerika dan Iran bergerak semakin dekat ke arah konflik bersenjata, Kamis (20/6), setelah pesawat pengintai nirawak Amerika (drone) Global Hawk jatuh di atas Selat Hormuz. Presiden A...

LATEST NEWS
Minyak AS ditutup naik, tetapi Brent jatuh ketika pemerintahan Trump mengumumkan sanksi tambahan terhadap Iran

Minyak berjangka bervariasi pada Senin, dengan harga AS berakhir lebih tinggi tetapi acuan minyak mentah global Brent membukukan kerugian seiring AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Presiden Donald Trump pada hari Senin menandatangani sebuah...

Emas catat kenaikan sesi ketiga beruntun, yang kedua di atas $ 1.400

Emas berjangka menguat tajam pada Senin, lanjutkan kenaikan beruntun mereka ke sesi ketiga berturut-turut. Melemahnya dolar AS dan yield Treasury 10-tahun, ekspektasi untuk suku bunga yang lebih rendah di antara bank sentral global, serta...

Facebook akan Dukung Regulasi untuk Atasi Permasalahan Internet

Seorang Eksekutif Senior Facebook mengemukakan situs media sosial itu mendukung peraturan untuk mengatasi beberapa masalah internet. Nick Clegg, mantan pemimpin Partai Demokrat Liberal Inggris yang saat ini memimpin urusan global untuk Facebook,...

POPULAR NEWS
Saham Hong Kong Berakhir Menurun Setelah Reli Empat Hari (Review)
Saturday, 22 June 2019 03:16 WIB

Saham Hong Kong merosot pada hari Jumat setelah mengalami reli selama empat hari, sementara pedagang mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan...

Minyak catat 9% kenaikan mingguan - terbesar sejak akhir 2016
Saturday, 22 June 2019 03:08 WIB

Minyak berjangka menguat pada Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan hampir 9% untuk minggu ini dan penyelesaian tertinggi bulan ini, terangkat...

Saham AS berakhir sedikit turun pasca S&P catat rekor penutupan
Saturday, 22 June 2019 03:15 WIB

Saham AS berakhir sedikit lebih rendah pada Jumat ini, tetapi membukukan kenaikan mingguan yang kuat setelah Federal Reserve pada Rabu...

Analis: Tidak Ada Hal Lain Selain Bullish Pada Emas Setelah Menembus $ 1.400
Monday, 24 June 2019 15:44 WIB

Kesabaran akhirnya terbayar untuk bullish emas, karena permintaan untuk logam mulia telah mendorong harga ke tingkat yang belum terlihat dalam...