Sunday, 17 February 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Apple Berencana Produksi Chip Modem Sendiri
Saturday, 9 February 2019 04:04 WIB | GLOBAL |

Apple Inc telah memindahkan usaha rekayasa chip modemnya di bawah kelompok teknologi perangkat kerasnya sendiri dari unit rantai pasokannya, ujar dua orang yang mengetahui tentang langkah tersebut kepada Reuters, sebuah pertanda bahwa perusahaan teknologi tersebut sedang mengupayakan untuk mengembangkan komponen penting dari iPhone miliknya setelah bertahun-tahun membelinya dari pemasok luar.

Modem adalah bagian yang tidak tergantikan pada sebuah telepon maupun perangkat bergerak lainnya, yang menghubungkan semua perangkat itu kepada jaringan data nirkabel. Sebelumnya Apple menggunakan chip buatan Qualcomm Inc secara eksklusif namun kemudian mulai beralih menggunakan chip buatan Intel Corp di tahun 2016 dan tidak lagi menggunakan chip Qualcomm pada iPhone yang dirilis pada tahun itu.

Johny Srouji, wakil presiden senior Apple untuk teknologi perangkat keras, mengambil alih usaha desain modem perusahaan itu di bulan Januari, ujar sumber-sumber tersebut. Langkah organisasi tersebut sebelumnya belum pernah dilaporkan.

Srouji bergabung dengan Apple tahun 2008 untuk memimpin unit desain chip, termasuk prosesor seri A yang khusus dibuat untuk menjalankan iPhones dan iPad serta sebuah chip Bluetooth khusus yang membantu semua perangkat itu agar dapat terkoneksi dengan headphone nirkabel AirPods dan aksesori Apple lainnya.

Usaha untuk mendesain modem ini sebelumnya dipimpin oleh Rubén Caballero, yang bertanggung jawab kepada Dan Riccio, eksekutif yang bertanggung jawab atas rekayasa iPad, iPhone, dan Mac, dimana sebagian besar pekerjaannya terkait dengan upaya pengintegrasian suku cadang dari rantai pasokan elektronik perusahaan itu yang sangat ekstensif.

Apple tidak bersedia berkomentar. Sebuah publikasi di bidang teknologi The Information sebelumnya melaporkan bahwa Apple tengah berupaya untuk mengembangkan chip modemnya sendiri.

Perusahaan yang berpusat di Cupertino, California ini telah memasang lowongan kerja untuk insinyur modem di San Diego, sebuah pusat bagi mereka yang berbakat dalam bidang desain perangkat nirkabel yang erat dengan keberadaan Qualcomm di sana sejak lama dan sebuah tempat dimana Apple telah mengatakan perusahaan itu berniat untuk menambah tenaga kerjanya.

Upaya Apple untuk membuat chip modemnya sendiri bisa memakan waktu bertahun-tahun, dan tidak mungkin untuk mengetahui kapan, atau pada perangkat apa chip ini akan dipasangkan.

œApabila anda mewakili Apple, segalanya harus berkualitas baik, ujar Linley Gwennap, presiden dari perusahaan riset industri The Linley Group. œTidak ada tempat bagi komponen berkualitas di bawah standar dalam telepon itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr...
Saturday, 16 February 2019 04:17 WIB

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menj...

Menlu AS: AS dan UE Masih Bisa Kerja Sama Terkait Iran...
Friday, 15 February 2019 19:11 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika dan Eropa masih tetap dapat bekerja bersama mengenai isu Iran biar pun ada perbedaan tentang apa yang disebut Amerika œnegara sponsor utama tero...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan...
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Baik Senat dan D...

Senat AS Adakan Voting untuk Konfirmasi Jaksa Agung...
Friday, 15 February 2019 04:22 WIB

Senat Amerika dijadwalkan memberikan suara pada hari Kamis (14/2) untuk mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Pr...

Pakistan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai AS-Taliban...
Thursday, 14 February 2019 18:19 WIB

Amerika dan Taliban siap melakukan perundingan damai pada Senin (18/2) di Pakistan untuk mencari penyelesaian politik bagi perang yang sudah berlangsung 17 tahun di Afghanistan. Juru bicara Taliban, ...

LATEST NEWS
Saham HK Jatuh pada Ketidakpastian Pembicaraan Perdagangan (Review)

Saham Hong Kong jatuh pada Jumat di tengah ketidakpastian hasil pembicaraan perdagangan AS-China di Beijing, menyusul hasil negatif Wall Street pada penjualan ritel AS yang lemah. Indeks Hang Seng kehilangan 1,87%, atau 531,21 poin, menjadi...

Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Presiden...

Wall Street Reli Di Dorong Harapan Perdagangan AS-Cina

Wall Street berakhir naik pada hari Jumat, dengan Dow dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut karena investor berharap bahwa Amerika Serikat dan Cina akan menuntaskan kesepakatan menyelesaikan perang perdagangan yang...

POPULAR NEWS
Emas Berakhir Lebih Rendah, Membangun Penurunan Mingguan
Friday, 15 February 2019 03:58 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada hari Kamis karena kekhawatiran seputar pembicaraan perdagangan AS dan China mereda dan dolar...

Emas Berjangka Berakhir Naik Membukukan Gain Untuk Minggu Ini
Saturday, 16 February 2019 04:01 WIB

Emas berjangka berakhir pada level tertinggi dua minggu pada hari Jumat, membukukan kenaikan moderat untuk minggu ini karena kemajuan dalam...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di...

Emas menguat seiring dolar melemah pada penjualan ritel AS yang suram
Friday, 15 February 2019 08:20 WIB

Harga emas menguat pada hari Jumat seiring dolar sedikit melemah setelah data AS yang mengecewakan mengindikasikan momentum ekonomi yang melambat,...