Sunday, 17 February 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Hapus Akun Ilegal Masif yang Didalangi Iran
Thursday, 7 February 2019 18:02 WIB | GLOBAL |Global

Facebook hari Kamis menyatakan pihaknya telah menghapus ratusan akun œpalsu yang berasal dari Iran yang menjadi bagian dari kampanye manipulasi besar-besaran yang beroperasi di lebih dari 20 negara.

Jaringan media sosial terbesar di dunia tersebut menyatakan pihaknya telah menghapuskan 783 halaman, grup, dan akun œatas keterlibatan dalam perilaku kebohongan terkoordinir yang terkait dengan Iran.

Halaman-halaman in adalah bagian dari kampanye untuk mempromosikan kepentingan Iran di berbagai negara dengan menciptakan identitas-identitas palsu sebagai warga dari bangsa-bangsa itu, menurut sebuah pernyataan yang dibuat oleh Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber di Facebook.

Pengumuman tersebut adalah yang terakhir dikeluarkan oleh Facebook sejalan dengan upayanya untuk mengakhiri berbagai upaya yang dilakukan oleh para aktor yang terkait dengan negara-negara tertentu dan lain-lainnya untuk memanipulasi jaringan sosial dengan akun-akun palsu.

œKami terus menerus berupaya untuk mendeteksi dan menghentikan aktivitas semacam ini karena kami tidak ingin layanan yang kami sediakan dimanfaatkan untuk memanipulasi orang, ujar Gleicher.

œKami menghapuskan semua halaman, grup, dan akun-akun ini atas dasar perilaku meeka, bukan apa yang mereka unggah. Dalam hal ini, oknum-oknum yang berada di belakang aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun-akun palsu untuk menyembunyikan identitas asli mereka, dan ini adalah dasar dari tindakan yang kami ambil.

Para pelaku œbiasanya berpura-pura menjadi warga lokal, sering kali dengan menggunakan akun-akun palsu, dan mengunggah berita-berita hangat saat ini, termasuk œkomentar yang menulis ulang laporan dari media pemerintah Iran terkait topik-topik seperti hubungan Israel-Palestina dan konflik di Suriah dan Yaman, ujar Gleicher.

œMeskipun oknum-oknum di belakang aktivitas ini berusaha untuk menyembunyikan identitas-identitas asli mereka, namun kajian manual kami berhasil mengidentifikasi kaitan semua akun-akun ini dengan Iran.

Operasi ini telah berlangsung sejak awal tahun 2010 dengan memiliki 262 halaman, 356 akun, dan tiga grup di Facebook, selain 162 akun di Instagram dengan pengikut yang mencapai kurang lebih dua juta pengguna.

Facebook mengatakan akun-akun palsu adalah bagian dari kampanye untuk menanamkan pengaruh yang beroperasi di negara-negara Afghanistan, Albania, Aljazair, Bahrain, Mesir, Perancis, Jerman, India,

Indonesia, Iran, Irak, Israel, Libya, Mexico, Maroko, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia, Serbia, Afrika Selatan, Spanyol, Sudan, Suriah, Tunisia, Amerika Serikat, dan Yaman.

Facebook mulai menyelidiki aktivitas-aktivitas semacam ini setelah terungkapnya kampanye Rusia untuk mempengaruhi Pilpres AS 2016, yang bertujuan untuk menebar perpecahan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr...
Saturday, 16 February 2019 04:17 WIB

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menj...

Menlu AS: AS dan UE Masih Bisa Kerja Sama Terkait Iran...
Friday, 15 February 2019 19:11 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika dan Eropa masih tetap dapat bekerja bersama mengenai isu Iran biar pun ada perbedaan tentang apa yang disebut Amerika œnegara sponsor utama tero...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan...
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Baik Senat dan D...

Senat AS Adakan Voting untuk Konfirmasi Jaksa Agung...
Friday, 15 February 2019 04:22 WIB

Senat Amerika dijadwalkan memberikan suara pada hari Kamis (14/2) untuk mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Pr...

Pakistan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai AS-Taliban...
Thursday, 14 February 2019 18:19 WIB

Amerika dan Taliban siap melakukan perundingan damai pada Senin (18/2) di Pakistan untuk mencari penyelesaian politik bagi perang yang sudah berlangsung 17 tahun di Afghanistan. Juru bicara Taliban, ...

LATEST NEWS
Saham HK Jatuh pada Ketidakpastian Pembicaraan Perdagangan (Review)

Saham Hong Kong jatuh pada Jumat di tengah ketidakpastian hasil pembicaraan perdagangan AS-China di Beijing, menyusul hasil negatif Wall Street pada penjualan ritel AS yang lemah. Indeks Hang Seng kehilangan 1,87%, atau 531,21 poin, menjadi...

Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Presiden...

Wall Street Reli Di Dorong Harapan Perdagangan AS-Cina

Wall Street berakhir naik pada hari Jumat, dengan Dow dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut karena investor berharap bahwa Amerika Serikat dan Cina akan menuntaskan kesepakatan menyelesaikan perang perdagangan yang...

POPULAR NEWS
Emas Berakhir Lebih Rendah, Membangun Penurunan Mingguan
Friday, 15 February 2019 03:58 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada hari Kamis karena kekhawatiran seputar pembicaraan perdagangan AS dan China mereda dan dolar...

Emas Berjangka Berakhir Naik Membukukan Gain Untuk Minggu Ini
Saturday, 16 February 2019 04:01 WIB

Emas berjangka berakhir pada level tertinggi dua minggu pada hari Jumat, membukukan kenaikan moderat untuk minggu ini karena kemajuan dalam...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di...

Emas menguat seiring dolar melemah pada penjualan ritel AS yang suram
Friday, 15 February 2019 08:20 WIB

Harga emas menguat pada hari Jumat seiring dolar sedikit melemah setelah data AS yang mengecewakan mengindikasikan momentum ekonomi yang melambat,...