Sunday, 21 April 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Hapus Akun Ilegal Masif yang Didalangi Iran
Thursday, 7 February 2019 18:02 WIB | GLOBAL |Global

Facebook hari Kamis menyatakan pihaknya telah menghapus ratusan akun œpalsu yang berasal dari Iran yang menjadi bagian dari kampanye manipulasi besar-besaran yang beroperasi di lebih dari 20 negara.

Jaringan media sosial terbesar di dunia tersebut menyatakan pihaknya telah menghapuskan 783 halaman, grup, dan akun œatas keterlibatan dalam perilaku kebohongan terkoordinir yang terkait dengan Iran.

Halaman-halaman in adalah bagian dari kampanye untuk mempromosikan kepentingan Iran di berbagai negara dengan menciptakan identitas-identitas palsu sebagai warga dari bangsa-bangsa itu, menurut sebuah pernyataan yang dibuat oleh Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber di Facebook.

Pengumuman tersebut adalah yang terakhir dikeluarkan oleh Facebook sejalan dengan upayanya untuk mengakhiri berbagai upaya yang dilakukan oleh para aktor yang terkait dengan negara-negara tertentu dan lain-lainnya untuk memanipulasi jaringan sosial dengan akun-akun palsu.

œKami terus menerus berupaya untuk mendeteksi dan menghentikan aktivitas semacam ini karena kami tidak ingin layanan yang kami sediakan dimanfaatkan untuk memanipulasi orang, ujar Gleicher.

œKami menghapuskan semua halaman, grup, dan akun-akun ini atas dasar perilaku meeka, bukan apa yang mereka unggah. Dalam hal ini, oknum-oknum yang berada di belakang aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun-akun palsu untuk menyembunyikan identitas asli mereka, dan ini adalah dasar dari tindakan yang kami ambil.

Para pelaku œbiasanya berpura-pura menjadi warga lokal, sering kali dengan menggunakan akun-akun palsu, dan mengunggah berita-berita hangat saat ini, termasuk œkomentar yang menulis ulang laporan dari media pemerintah Iran terkait topik-topik seperti hubungan Israel-Palestina dan konflik di Suriah dan Yaman, ujar Gleicher.

œMeskipun oknum-oknum di belakang aktivitas ini berusaha untuk menyembunyikan identitas-identitas asli mereka, namun kajian manual kami berhasil mengidentifikasi kaitan semua akun-akun ini dengan Iran.

Operasi ini telah berlangsung sejak awal tahun 2010 dengan memiliki 262 halaman, 356 akun, dan tiga grup di Facebook, selain 162 akun di Instagram dengan pengikut yang mencapai kurang lebih dua juta pengguna.

Facebook mengatakan akun-akun palsu adalah bagian dari kampanye untuk menanamkan pengaruh yang beroperasi di negara-negara Afghanistan, Albania, Aljazair, Bahrain, Mesir, Perancis, Jerman, India,

Indonesia, Iran, Irak, Israel, Libya, Mexico, Maroko, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia, Serbia, Afrika Selatan, Spanyol, Sudan, Suriah, Tunisia, Amerika Serikat, dan Yaman.

Facebook mulai menyelidiki aktivitas-aktivitas semacam ini setelah terungkapnya kampanye Rusia untuk mempengaruhi Pilpres AS 2016, yang bertujuan untuk menebar perpecahan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe...
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah ...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan...
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancark...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir...
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat ...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur...
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru...
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari...

LATEST NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang

Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

Perumahan Baru Turun 0,3% Di Maret vs Perkiraan +6,5%

Menurut data yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS dan Departemen Perumahan dan Pengembangan Urban AS, perumahan baru pada bulan Maret turun 0,3% dan berada di bawah ekspektasi pasar untuk pertumbuhan 6,5%. Namun demikian, Indeks Dolar AS tidak...

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun...

POPULAR NEWS
Emas berjangka berakhir di level terendah sejak Desember, turun 1,5% untuk minggu ini
Friday, 19 April 2019 01:29 WIB

Emas berjangka membukukan penurunan moderat pada hari Kamis, kehilangan 1,5% untuk minggu ini. "Penguatan dolar AS, meningkat tidak hanya oleh data...

Emas Bergerak Lebih Tinggi Seiring Pelemahan Saham, Tapi Melayang Dekati Terendah 2019
Thursday, 18 April 2019 19:07 WIB

Emas berjangka bergerak lebih tinggi pada hari Kamis, mencerminkan upaya investor bullish untuk menghentikan penurunan minggu ini - sebuah langkah...

Emas Menuju Penurunan Mingguan Keempat Seiring Kesepakatan Perdagangan
Thursday, 18 April 2019 16:07 WIB

Emas menuju penurunan mingguan terpanjang dalam delapan bulan terakhir di tengah spekulasi AS dan China mendekati kesepakatan perdagangan dan karena...

Bursa Saham Hong Kong Mengakhiri Pekan ini Dengan Lebih Rendah (Review)
Friday, 19 April 2019 03:26 WIB

Saham-saham Hong Kong mengakhiri minggu ini dengan penurunan pada hari Kamis, sejalan dengan pelemahan di seluruh Asia dan mengikuti kerugian di...