Wednesday, 23 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
IEA: Permintaan Batubara Global Terus Naik Hingga 2023
Tuesday, 18 December 2018 21:07 WIB | GLOBAL |Global

Permintaan batubara global akan terus naik hingga 2023 karena dengan meningkatnya pertumbuhan di India dan negara-negara Asia lainnya akan menggantikan penurunan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat, demikian pernyataan Badan Energi Internasional (IEA), Selasa (18/12).

Konsumsi bahan bakar fosil tersebut diperkirakan akan meningkat rata-rata 0,2 persen per tahun dari 5.355 juta ton setara batubara (Mtce) pada 2017 menjadi 5.418 Mtce pada 2023, kata lembaga yang berpusat di Paris tersebut, seperti dikutip Reuters.

Laporan tersebut diterbitkan hanya beberapa hari setelah 200 negara sepakat untuk mengimplementasikan kesepakatan iklim bersejarah yang bertujuan mengurangi emisi yang ditimbulkan oleh konsumsi bahan bakar fosil untuk menjaga agar peningkatan suhu di abad ini jauh di bawah 2 derajat Celsius.

œMeskipun ada perhatian media yang signifikan yang diberikan terhadap divestasi dan pengurangan penggunaan bahan bakar batubara, tren pasar terbukti resisten terhadap perubahan, ujar laporan tersebut.

Batubara tetap menjadi sumber kedua terbesar energi utama global, setelah minyak, dan sumber terbesar pembangkit tenaga listrik.

Agar dunia dapat mencapai tujuan iklim global, butuh lebih banyak usaha untuk mengembangkan teknologi penyerap karbon, penyimpanan dan penggunaan (CCSU) yang menyerap dan kemudan menyimpan karbon dioksida di bawah tanah atau memanfaatkannya pada industri lainnya, demikian pernyataan IEA.

œSederhananya “ untuk memenuhi tujuan jangka panjang kita, tidak ada masa depan untuk batubara kecuali dengan CCSU, kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.

Saat ini hanya ada 18 fasilitas penyerapan dan penyimpanan karbon dalam skala besar yang beroperasi di seluruh dunia, menurut Global CCS Institute.

Konsumsi batubara saat ini di China diproyeksikan akan mengalami penurunan 0,5 persen per tahun menjadi 2.673 Mtce pada 2023, yang didorong sebagian oleh adanya peningkatan efisiensi dan kebijakan untuk menanggulangi polusi udara.

Peningkatan tajam diprediksi akan terjadi di India, dengan meningkatnya permintaan dari 146 Mtce menjadi 708 Mtce pada 2023, yang didorong oleh peningkatan produksi pembangkit tenaga listrik bertenaga batubara dan produksi baja kasar, demikian pernyataan IEA.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Fed akan selidiki Deutsche Bank terkait Danske...
Wednesday, 23 January 2019 21:00 WIB

Federal Reserve sedang memeriksa bagaimana Deutsche Bank AG menangani miliaran dolar dalam transaksi mencurigakan dari pemberi pinjaman terkemuka Denmark, menurut sumber, semakin mengintensifkan apa y...

Serangan Udara Israel di Suriah Tewaskan 21 Orang...
Wednesday, 23 January 2019 11:22 WIB

Serangan udara Israel di Suriah hari Senin (21/1) menewaskan sedikitnya 21 orang. Di antara korban kabarnya terdapat 12 anggota Pengawal Revolusi Iran. Putaran terbaru bentrokan antara Israel dan Ira...

Mahkamah Rusia Tolak Permohonan Mantan Marinir AS untuk Bebas dengan Jaminan...
Wednesday, 23 January 2019 04:27 WIB

Sebuah pengadilan di Rusia telah menolak permohonan pembebasan dengan jaminan yang diajukan seorang lelaki Amerika, yang ditahan atas dakwaan spionase. Paul Whelan, yang berkewarganegaraan Amerika da...

Taliban Buka Perundingan Perdamaian dengan Amerika di Qatar...
Tuesday, 22 January 2019 23:59 WIB

Taliban Afghanistan hari Senin (21/1) membuka perundingan perdamaian putaran baru bersama Amerika di Qatar. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pertemuan dua hari di Doha itu akan dil...

IMF pangkas perkiraan ekonomi dunia untuk 2019...
Tuesday, 22 January 2019 20:21 WIB

Dana Moneter Internasional telah memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini, mengutip meningkatnya ketegangan perdagangan dan kenaikan suku bunga AS sebagai alasannya. IMF mengatak...

LATEST NEWS
Saham AS dibuka lebih tinggi, terangkat oleh laporan perusahaan

Saham AS dibuka dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, merengkuh kembali sebagian dari penurunan hari sebelumnya, seiring investor menyambut laporan laba yang positif hasil perusahaan kuartal keempat. S&P 500 naik 0,5% ke level 2.645,39, Nasdaq...

Fed akan selidiki Deutsche Bank terkait Danske

Federal Reserve sedang memeriksa bagaimana Deutsche Bank AG menangani miliaran dolar dalam transaksi mencurigakan dari pemberi pinjaman terkemuka Denmark, menurut sumber, semakin mengintensifkan apa yang bisa menjadi salah satu skandal pencucian...

Emas dan Perak Menguat; Input Baru Ditunggu

Harga emas dan perak sedikit naik di awal perdagangan AS hari Rabu. Dua logam mulia tersebut turun ke posisi terendah tiga minggu pada hari Selasa dan bulls memudar. Pedagang logam membutuhkan percikan fundamental baru untuk membantu mendorong arah...

POPULAR NEWS
Emas turun terkait penguatan dolar serta risk appetite
Tuesday, 22 January 2019 05:11 WIB

Emas tergelincir ke level terendah dalam hampir sebulan pada hari Senin karena penguatan dolar dan selera risiko (risk appetite) yang lebih besar...

Harga Emas Tergelincir ke Level Rendah 2019
Monday, 21 January 2019 20:07 WIB

Harga emas turun pada hari Senin, jatuh ke level terendah tahun ini seiring selera risiko investor bertahan meskipun data terbaru menunjukkan...

Emas berakhir sedikit lebih tinggi terkait meningkatnya ketegangan dagang AS-China
Wednesday, 23 January 2019 02:57 WIB

Emas berjangka berubah lebih tinggi pada penyelesaian Selasa dengan meningkatnya ketegangan menyusul laporan bahwa AS membatalkan pertemuan dengan...

Harga Emas Menjauh dari Level Rendah 3-Minggu Terkait Pertumbuhan Global
Tuesday, 22 January 2019 20:28 WIB

Harga emas memantul dari level terendah dalam sekitar tiga minggu pada hari Selasa, seiring kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global...