Wednesday, 17 October 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Presiden Trump Ingin Bergabung Lagi dengan TPP
Friday, 13 April 2018 20:25 WIB | GLOBAL |Global

Jepang dengan berhati-hati menyambut kabar bahwa Presiden Amerika Donald Trump ingin bergabung kembali dengan perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Menteri Perdagangan Jepang Toshimitsu Motegi, Jumat (13/4) mengatakan, œJika maksudnya adalah Presiden Trump telah mengevaluasi dengan tepat signifikansi dan efek TPP, ini adalah sesuatu yang ingin kami sambut baik. Ia menambahkan perjanjian dagang itu serapuh sesuatu yang terbuat dari kaca, yang membuatnya sulit untuk merundingkan kembali bagian apapun dari perjanjian tersebut.

Trump, Kamis (13/4) memerintahkan para pejabat ekonomi senior dan penasihat perdagangannya untuk meninjau kemungkinan bergabung kembali dengan TPP yang ia tinggalkan tahun lalu, tiga hari setelah mulai menjabat.

Para legislator dari negara bagian-negara bagian yang mengandalkan pertanian mengatakan setelah pertemuan di Gedung Putih mengenai perdagangan produk pertanian bahwa Trump meminta penasihat ekonominya, Larry Kudlow dan Utusan Perdagangan Amerika Robert Lightizer untuk mempertimbangkan manfaat mengikuti kembali perjanjian TPP, perjanjian yang disusun oleh pemerintahan Obama.

Senator Ben Sasse dari fraksi Republik yang sering mengecam kebijakan perdagangan Trump menyebut perubahan sikap Trump mengenai TPP itu merupakan suatu kabar baik. Ia mengatakan presiden secara konsisten telah mengukuhkan gagasan bahwa Amerika akan lebih mudah bergabung dengan TPP sekarang ini.

Trump sering menyatakan ia lebih menyukai perjanjian dagang bilateral daripada perjanjian multilateral, karena meyakini Amerika tidak akan mendapatkan manfaat dalam perjanjian dagang yang berskala lebih besar. Belum jelas benar mengapa ia kini bersikap terbuka untuk bergabung kembali dengan TPP.

Sumber: voaindonesia

 

RELATED NEWS
Facebook Haruskan Pemasang Iklan Politik di Inggris Ungkap Identitas...
Wednesday, 17 October 2018 09:44 WIB

Facebook mengatakan, dalam usaha meningkatkan transparansi dan mencegah kekeliruan informasi di Inggris, pemasang iklan politik di media sosial itu akan diharuskan mengungkapkan identitas mereka. Per...

PM Australia Pertimbangkan untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel ...
Wednesday, 17 October 2018 00:08 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan dia mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Australia ke sana dari Tel Aviv. Perdana Menteri Mor...

Paul Allen, Salah Satu Pendiri Microsoft, Wafat...
Tuesday, 16 October 2018 18:41 WIB

Salah seorang pendiri Microsoft, Paul Allen, yang sudah membayangkan peran komputer pribadi yang tak tergantikan lebih dari 40 tahun yang lalu, meninggal dalam usia 65 tahun, Senin (15/10). Keluarga ...

Korea Utara dan Korea Selatan Adakan Pembicaraan di Panmunjom...
Tuesday, 16 October 2018 10:10 WIB

Korea Utara dan Korea Selatan hari Senin (15/10) mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di zona demiliterisasi yang dijaga ketat. Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon memimpin delegasi beranggotakan lima...

Jerman akan Deportasi Terpidana 11 September...
Tuesday, 16 October 2018 01:14 WIB

Jerman sedang mempersiapkan pendeportasian seorang pria Maroko yang dihukum di Hamburg karena membantu tiga dari para penyerang 11 September ketika mereka bersiap untuk menyerang New York dan Washingt...

LATEST NEWS
Saham Teknologi Ikuti Gain di AS, Nikkei Sentuh Tertingginya 6-Hari

Rata-rata saham Nikkei Jepang menyentuh level tertingginya enam hari pada hari Rabu, melanjutkan pemulihannya dari penurunan tajam minggu lalu dengan saham teknologi yang didukung oleh perubahan haluan pada rekan-rekan Wall Street mereka. Nikkei...

Facebook Haruskan Pemasang Iklan Politik di Inggris Ungkap Identitas

Facebook mengatakan, dalam usaha meningkatkan transparansi dan mencegah kekeliruan informasi di Inggris, pemasang iklan politik di media sosial itu akan diharuskan mengungkapkan identitas mereka. Perusahaan teknologi itu mengatakan, Selasa...

Dolar Sedikit Berubah, Yen Melemah seiring Peningkatan Sentimen Risiko

Dolar sedikit berubah terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Rabu tetapi membuat keuntungan terhadap yen terkait pendapatan Wall Street yang optimis mengubah sentimen global menjauh dari aset safe haven. Tiga indeks utama Wall Street...

POPULAR NEWS
Reli Emas Bergulir
Tuesday, 16 October 2018 04:14 WIB

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan - bisakah rally emas berlanjut? Pasar telah berbicara dengan kata ya. Emas diperdagangkan di level...

Tekanan Berlanjut di Wall Street, Saham Berjangka Bergerak Lebih Rendah
Monday, 15 October 2018 16:53 WIB

Saham berjangka AS mengindikasikan awal yang lebih rendah untuk Wall Street pada hari Senin, karena saham global gagal untuk bergabung dengan reli...

Emas Naik Karena Resiko yang Meluas dari Saham ke Perdagangan
Monday, 15 October 2018 15:47 WIB

Emas menguat seiring dengan kemerosotan saham berlanjut di Asia, Presiden Donald Trump mengisyaratkan untuk memberlakukan tarif lebih pada China,...

Emas berakhir di level tertinggi lainnya, saham AS batasi kenaikan logam mulia
Wednesday, 17 October 2018 01:26 WIB

Emas berjangka naik tipis pada Selasa untuk mencatat penylesaian lain pada tertinggi sejak Juli, tetapi reli di pasar saham AS membatasi kenaikan...