Friday, 23 February 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
UNICEF: Epidemi AIDS pada Anak-anak Belum Usai
Monday, 4 December 2017 18:25 WIB | GLOBAL |

Delapan belas anak setiap jam terinfeksi oleh HIV tahun lalu, menurut Badan PBB untuk Anak-anak, UNICEF, pekan lalu. Angka ini menunjukkan upaya melindungi anak-anak dari virus penyebab AIDS yang mematikan masih minim kemajuan.

Dengan laju infeksi saat ini, akan ada 3,5 juta kasus baru HIV di antara remaja pada 2030, menurut proyeksi UNICEF yang dipublikasikan dalam 2017 UNICEF Statistical Update on Children and AIDS.

Ada sekitar 37 juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun lalu, jumlah yang sama dengan populasi Kanada, menurut UNICEF.

Dari angka tersebut, 2.1 juta remaja menderita HIV, naik sebanyak 30 persen dari 2005. Sedangkan 55 ribu remaja berusia 10 hingga 19 tahun dan 120 ribu anak-anak berusia di bawah 14 tahun, meninggal akibat penyakit-penyakit yang disebabkan AIDS.

Anak-anak yang terinfeksi berusia di bawah 4 tahun menghadapi risiko paling tinggi kematian akibat AIDS, dibanding kelompok umur lainnya.

"Epidemi AIDS belum berakhir. Itu (AIDS) masih menjadi ancaman kehidupan anak-anak dan remaja," kata Dr. Chewe Luo, kepala HIV dari UNICEF dalam pernyataan yang menyertai laporan tersebut.

"Kita terus melihat banyak anak-anak meninggal akibat AIDS. Hal itu tidak bisa diterima. Sedikit sekali kemajuan yang sudah dicapai untuk melindungi remaja dari infeksi-infeksi baru HIV."

UNICEF mengatakan hampir seluruh kematian remaja akibat AIDS terjadi di sub-Sahara Afrika. Di seluruh dunia, remaja putri lebih banyak terinfeksi AIDS, dibanding remaja putra.

Tes dan pengobatan para bayi juga tertinggal. Kurang dari setengah jumlah bayi yang terkena HIV, menjalani tes di dua bulan pertama kehidupan mereka.

Menurut UNICEF, sudah ada kemajuan untuk mencegah penularan dari ibu-ke-anak. Sudah 2 juta infeksi baru berhasil dihindari sejak 2000, kata UNICEF, namun kemajuan itu mulai menurun.

UNICEF menyerukan berbagai tindakan, termasuk memberikan pengobatan untuk semua anak yang terinfeksi dan mengutamakan tindakan intervensi terhadap para remaja putri di sub-Sahara Afrika, sembari memperkenalkan cara melakukan tes HIV mandiri serta pengumpulan data yang lebih baik.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS
China Bantah Kontak Militan Separatis di Pakistan...
Friday, 23 February 2018 04:21 WIB

Sejumlah pejabat China membantah laporan-laporan yang menyebutkan bahwa mereka melakukan kontak dengan militan separatis di propinsi Baluchistan yang rusuh di Pakistan untuk memastikan keamanan proyek...

AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Rusia...
Thursday, 22 February 2018 18:21 WIB

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mewaspadai kemungkinan campur tangan dalam pemilihan kongres November. Parta...

Malaysia Tangkap 10 Tersangka Militan Islam...
Thursday, 22 February 2018 05:16 WIB

Polisi Malaysia telah menangkap 10 tersangka yang berusaha membangun kubu pertahanan di pulau Borneo. Para tersangka ditangkap dalam serangkaian penggerebekan pada Januari dan awal Februari, menurut ...

Venezuela Raup $735 Juta Dari Penjualan Mata Uang Digital...
Wednesday, 21 February 2018 20:22 WIB

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, Selasa (20/2), pemerintah Venezuela berhasil meraup $735 juta pada hari pertama pra-penjualan mata uang digital "Petro." Maduro berharap petro akan memba...

Trump Salahkan Obama Lagi Soal Campur Tangan Rusia...
Wednesday, 21 February 2018 04:43 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekali lagi menyalahkan pendahulunya terkait kesalahan dalam menangani campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016. "Obama adalah Presiden sebelum dan sete...

LATEST NEWS
EUR/GBP Bertahan Di Dekat Terendah Kemarin Karena Brexit dan ECB Membebani

EUR/GBP masih diperdagangkan di dekat level terendah Kamis di 0,8822 setelah merosot di perdagangan Tokyo dan kepercayaan Sterling melemah menuju sesi Eropa. Euro dan Sterling saling mengejar ke bawah saat pembelian Dolar kembali ke pasar untuk...

Saham Tokyo Catat Gain moderat

Saham Tokyo ditutup naik moderat pada hari Jumat ini, dengan sentimen investor didukung oleh rebound di Wall Street karena pasar kembali stabil. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,72% atau 156,34 poin menjadi ditutup pada level 21,892.78. Selama...

Ekuitas Asia Menguat Karena Saham Jepang Hentikan Penurunannya

Ekuitas Asia menguat saat saham Jepang menghentikan penurunan tiga hari beruntunnya dan saham Korea Selatan memimpin kenaikan tajam dalam sebulan setelah imbal hasil Treasury AS selama 10 tahun turun. Saham di Hong Kong rebound dari penurunan...

POPULAR NEWS
Emas Catatkan Penurunan Harian Terburuk Dalam Sekitar 1 1/2 Tahun
Wednesday, 21 February 2018 04:24 WIB

Harga emas turun tajam pada Selasa, membukukan penurunan harian paling tajam dalam satu tahun terakhir, dengan latar belakang kenaikan emas dan...

Harga emas menguat menyusul rilis laporan FOMC
Thursday, 22 February 2018 02:39 WIB

Harga emas naik dalam perdagangan elektronik hari Rabu setelah Federal Reserve merilis laporan dari pertemuan bulan Januari yang mengindikasikan...

Emas Mencatatkan Kenaikan Karena Melemahnya Dolar
Friday, 23 February 2018 04:13 WIB

Emas berjangka ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Kamis karena melemahnya dolar AS dan sedikit penurunan dalam imbal hasil obligasi membantu...

Emas Tertekan Seiring Kenaikan Dolar & Imbal Hasil Jelang Risalah The Fed
Tuesday, 20 February 2018 16:57 WIB

Emas turun ke level terendahnya dalam hampir satu minggu terakhirkarena dolar rebound dari level terendahnya tiga tahun, dan imbal hasil Treasury...